DENPASAR,radarbali.jawapos.com – Kasus pembakaran 3 santri di Pondok Pesantren Rosidatus Saulatiyah Al- Ibrahim Lombok Tengah saat ini tengah menjadi sorotan nasional.
Bagaimana tidak, 1 di antara ketiga santri tersebut meninggal dunia dan 2 mengalami luka bakar hingga 80 persen dan meninggalkan cacat fisik permanen.
Pelaku pembulian tersebut disebutkan merupakan kakak kelas sendiri dan kabarnya para korban sering mendapat intimidasi serta kekerasan verbal lainnya.
Ada pun pimpinan pondok pesantren tersebut menyangkal adanya bulying di sekolahnya dan menyebut kejadian tersebut adalah murni kecelakaan semata.
Menurut pimpinan pondok AMR korban maupun pelaku sama-sama sedang bermain dan hendak meluruskan sebatang ranting yang akan dijadikannya sebagai katapel.
Pelaku menyuruh korban membeli bensin untuk meluruskan kayu tersebut dan oleh korban pun langsung mematuhi perintah seniornya tersebut.
Baca Juga: Cek Fakta! WNA Rusia Diculik 30 Jam di Kuta Selatan Bali, Dipaksa Serahkan Aset Kripto?
Di sebut ruangan yang juga terdapat barang mudah terbakar seperti kasur bekas, kelima santri tersebut mulai membuat katapel.
Bensin yang dibeli itu dituangkan pelaku di sebuah mika dan menyalakannya untuk menghangatkan kayu itu.
Namun kecerobohan salah satu di antara mereka adalah lupa menutup botol bensin sehingga terjatuh saat mengenai siku pelaku hingga api menyala menyambar satu ruangan dan barang mudah terbakar.
Naasnya lagi mereka mengunci pintu kamar dengan alasan tak ingin ketahuan oleh para guru.
Baca Juga: Cek Fakta! WNA Rusia Diculik 30 Jam di Kuta Selatan Bali, Dipaksa Serahkan Aset Kripto?
Kronologi tersebut diungkapkan pemilik pondok hingga ia meminta untuk tidak membedar-besarkan kasus yang tentunya akan berimbas pada pesantrennya.
Ia juga menjelaskan bahwa perkara tersebut telah menemukan titik damai dan para keluarga korban mengetahui kronologi sebenarnya.
Akan tetapi ada yang mengusik pikiran masyarakat sehingga tak serta merta memperncayai pemilik pondok.
Jika kronologinya memang seperti itu adanya lantas mengapa pelaku bersih dari terkena luka bakar.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Bali, Hari Ini Jumat (10/7/2026) :Potensi Hujan Tidak Merata
Tak hanya itu, salah satu korban mengungkapkan bahwa mereka sengaja disiram bensin lalu dibakar dan dikunci dari luar.
Saat ini pihak kepolisian Lombok Tengah telah menetapkan dua tersangka kasus tersebut yang tak lain adalah salah satu santri senior dan juga pemilik Pondok Pesantren sendiri.***
Editor : Desi Rabiati