Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Dihantam Gelombang 3 Meter, BMKG Minta Ferry Waspada

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 15:37 WIB
WASPADA CUACA BURUK: Kapal penyeberangan berlayar dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang Banyuwangi.
WASPADA CUACA BURUK: Kapal penyeberangan berlayar dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Ketapang Banyuwangi.

 

RADAR BALI - Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi melanda kawasan Selat Bali sejak Kamis (24/7). Cuaca buruk bahkan diprediksi akan mencapai puncak pada Sabtu (26/7) dan Minggu (27/7). 

Kondisi cuaca buruk sempat memicu penutupan sementara operasional pelayaran lintas Ketapang-Gilimanuk pada Kamis (23/7) sore. Penutupan Pelabuhan Gilimanuk tercatat berlangsung selama kurang lebih 90 menit, mulai pukul 14.30 hingga 16.00 WITA.

Keputusan penghentian sementara penyeberangan tersebut diambil guna mengantisipasi risiko keselamatan akibat hempasan angin kencang serta ketinggian gelombang yang diperkirakan mencapai 3 meter.

Menanggapi dinamika cuaca yang berubah sangat cepat, BMKG meminta seluruh pengguna jasa maupun penyedia layanan penyeberangan diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan pelayaran.

Cuaca & Maritim: BMKG Rilis Peringatan Gelombang Tinggi hingga 27 Juli

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan Bali yang diproyeksikan berlangsung hingga 27 Juli 2026.

Ketinggian Gelombang: Diprediksi dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter di perairan selatan Bali, Selat Badung, dan Selat Bali bagian selatan.

Imbauan Keselamatan: BMKG meminta para nelayan, operator kapal tongkang, serta pengguna jasa kapal feri untuk mewaspadai potensi risiko angin kencang dan gelombang laut saat melintas.

Prakiraan Cuaca Maritim Selat Bali (24–26 Juli 2026)

Berdasarkan data prakiraan cuaca maritim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 24 hingga 26 Juli 2026, kondisi perairan di Selat Bali terbagi ke dalam dua wilayah utama:

1. Selat Bali Bagian Utara

Ketinggian Gelombang: Berada pada kategori rendah, berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Kondisi Cuaca: Didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal.

Arah dan Kecepatan Angin: Angin bertiup dari arah Selatan menuju Barat Daya dengan kecepatan rata-rata 10–15 knot. Meski demikian, potensi peningkatan kecepatan angin mendadak (gusty) hingga 26 knot tetap perlu diwaspadai.

2. Selat Bali Bagian Selatan

Ketinggian Gelombang: Masuk dalam kategori sedang, berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Puncak ketinggian gelombang diproyeksikan dapat menyentuh angka 2,6 meter pada rentang tanggal 25–26 Juli.

Kondisi Cuaca: Berawan hingga berawan tebal.

Arah dan Kecepatan Angin: Angin bertiup dari arah Barat Daya menuju Timur/Tenggara dengan kecepatan yang berangsur naik hingga rentang 22–28 knot.

Imbauan Keselamatan BMKG

Guna meminimalkan risiko kecelakaan laut, BMKG merilis panduan ambang batas keselamatan bagi para pengguna dan operator transportasi laut di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk serta nelayan lokal:

Perahu Nelayan: Berada dalam tingkat risiko tinggi apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dan ketinggian gelombang melampaui 1,25 meter.

Kapal Tongkang: Berisiko menghadapi bahaya jika kecepatan angin menembus lebih dari 16 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Kapal Feri: Diharapkan meningkatkan kewaspadaan ekstra, khususnya saat melintasi wilayah selatan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia, terutama ketika kecepatan angin melampaui 21 knot atau tinggi gelombang mendekati dan melebihi 2,5 meter.***

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
bmkg bali selat bali ketapang gilimanuk cuaca ekstrem gelombang tinggi