RADAR BALI - Guncangan dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pagi mengakibatkan dua warga meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa bencana alam yang terjadi sekitar pukul 04.58 WIB ini berpusat di kawasan laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer arah timur laut Mbay.
Dampak gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan naik ini paling terasa di area Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.
Data sementara mencatat korban jiwa terdiri dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, sementara petugas di lapangan masih terus melakukan verifikasi serta pendataan dampak kerugian maupun korban lainnya.
Getaran hebat selama kurang lebih satu menit memicu gelombang kepanikan di berbagai penjuru daerah.
Warga di Nagekeo hingga Labuan Bajo berhamburan keluar dari hunian mereka dan berbondong-bondong menuju tempat yang lebih tinggi, seperti kawasan perbukitan dan jalan utama yang berdataran tinggi.
Kepanikan sempat meningkat ketika sinyal peringatan dini tsunami diaktifkan, sebelum akhirnya resmi diakhiri beberapa jam kemudian.
Hasil pemantauan stasiun geofisika menunjukkan frekuensi gempa susulan yang cukup tinggi.
Hingga pukul 08.45 WITA, tercatat sudah 44 kali guncangan lanjutan menggetarkan wilayah tersebut, dengan beberapa di antaranya berkekuatan magnitudo 6,2 dan 5,6.
Kendati demikian, rangkaian gempa susulan ini dipastikan tidak menyimpan potensi tsunami.
Dampak guncangan tidak hanya terbatas pada area episenter, tetapi juga dirasakan kuat hingga ke Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan, termasuk wilayah Kepulauan Selayar dan Maros.
Sejumlah kerusakan pada rumah tinggal, fasilitas umum, hingga rumah ibadah turut dilaporkan akibat guncangan ini.
Otoritas penanggulangan bencana dan pihak terkait terus mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, berhati-hati terhadap informasi simpang siur, serta memantau perkembangan resmi dari kanal BMKG.***
Editor : Ibnu YuniantoSumber : Radar Bali