Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pengaruh Senam Aerobik dengan Sistem Imunitas Tubuh

Donny Tabelak • Minggu, 6 Juni 2021 | 08:15 WIB
pengaruh-senam-aerobik-dengan-sistem-imunitas-tubuh
pengaruh-senam-aerobik-dengan-sistem-imunitas-tubuh

OLAHRAGA merupakan suatu kegiatan jasmani yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh atau sistem imunitas terutama pada masa pandemi Covid-19.


Imunitas adalah cara tubuh manusia dalam melawan dan membunuh benda asing seperti bakteri, virus dan organ transplantasi lainnya.


Apabila di transplantasikan ke dalam tubuh maka tubuh menganggap benda asing tersebut bukan dari jaringan tubuh sehingga tubuh akan menolaknya.


Virus corona juga seperti virus pada umumnya yang hanya menyerang jika imunitas tubuh lemah.


Sebagian besar orang (sekitar 80%) jika memiliki imunitas tubuh yang kuat akan pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus karena sifat virus bersifat self medication (Rajput, 2020).


Untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan meredakan peradangan dengan melakukan olahraga secara rutin.


Olahraga dapat merangsang kinerja antibodi dan sel-sel darah putih bisa bersirkulasi lebih cepat (Fujimori, Dkk, 2020).


Sel darah putih merupakan sel kekebalan tubuh yang melawan berbagai penyakit. Salah satu olahraga dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh atau yaitu senam.


Senam adalah bentuk latihan fisik yang secara sistematis disusun dengan gerakan-gerakan yang terpilih dan terencana untuk mencapai tujuan


seperti daya tahan tubuh, kekuatan, kelentukan, koordinasi, membentuk prestasi, membentuk tubuh yang ideal, dan memelihara kesehatan tubuh (Candra, 2020).


Setiap gerakan dalam senam memiliki kegunaan tersendiri, yaitu seperti meningkatkan kelentukan, memperbaiki sikap dan gerak


atau keindahan tubuh, menambah ketrampilan, meningkatkan kesehatan tubuh (Nugraha & Berawi, 2017).


Oleh karena itu, kita bisa memilih olahraga senam untuk meningkatkan kesehatan jasmani kita.


Senam ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pemasukan oksigen di dalam jaringan tubuh.


Kadar oksigen yang masuk tersebut ditentukan oleh besarnya kapasitas paru-paru saat menghirup udara  (Mattioli, 2020).


Latihan aerobik yang dilakukan secara teratur dengan takaran yang cukup akan memerbaiki kinerja jantung dan paru-paru (Candrawati, 2012).


Selain itu senam aerobik banyak diminati oleh masyarakat sebagai alternatif kegiatan olahraga dengan tujuan untuk menurunkan berat badan,


membentuk tubuh, menjaga kebugaran jasmani, meningkatkan kualitas hidup, dan lain sebagainya (Alex & Subiyono, 2020).


Senam aerobik adalah olahraga yang terdiri dari serangkaian gerakan yang dipilih secara sengaja dengan cara mengikuti irama musik yang dipilih.


Senam aerobik sering diartikan sebagai latihan olahraga yang bertujuan untuk mencapai kesegaran aerobik.


Menurut  Listyarini (2012) Senam aerobik adalah aktivitas (gerak) yang dilakukan oleh perorangan maupun kelompok orang secara berirama,


menggunakan otot-otot besar, dengan menggunakan sistem energi aerobik, dan mengikuti irama musik yang juga dipilih sehingga melahirkan ketentuan ritmis,


kontinuitas, dan durasi tertentu yang bertujuan untuk peningkatan dan pemeliharaan kebugaran tubuh serta tujuan lain misalnya menurunkan berat badan.


Latihan senam aerobik adalah senam yang menggerakkan seluruh otot, terutama otot besar dengan gerakan yang mantab, terus menerus, berirama, maju, dan berkelanjuutan.


Salah satu upaya untuk dapat meningkatkan kebugaran jasmani yaitu dengan latihan senam aerobik, namun harus memenuhi beberapa ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi yaitu:


1) Berdasarkan intensitas latihan, sebaiknya berlatih sampai denyut nadi latihan atau berlatih mencapai target training zone.


2) Takaran lama latihan, apabila latihan sampai mencapai target trainingzonemaka latihan senam aerobik paling sedikit 30 sampai 45 menit.


3) Frekuensi latihan, minimal tiga kali seminggu dan maksimal delapan kali seminggu.


4) Lama program latihan, bagi peserta senam aerobik yang sangat kurang kebugarannya harus mengikuti program latihan selama 13 minggu, sedangkan bagi mereka yang termasuk sedang harus mengikuti program latihan selama 8 minggu.


 


Senam aerobik yang dilaksanakan secara rutin dapat membantu metabolisme tubuh. Menurut Andini & Indra (2016) frekuensi


latihan senam aerobik yang dilakukan ≥ 3 kali dalam seminggu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan persentase lemak tubuh dan berat badan. (*)


 


 


Ahmad Arifin


Mahasiswa Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Malang

Editor : Donny Tabelak
#senam aerobik #sistem imunitas tubuh #imunitas tubuh