RADAR BALI - Langkah PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) membawa varian Santa Fe XRT ke lantai pameran IIMS 2026 terasa sangat tepat momentumnya.
Di tengah tren SUV yang kini mulai bergeser ke arah gaya hidup petualang yang tetap mengutamakan efisiensi, kehadiran XRT seolah menjadi jawaban bagi mereka yang menginginkan mobil keluarga namun dengan karakter yang jauh lebih berani dan maskulin.
Jika pada varian Calligraphy kita disuguhkan kemewahan yang elegan dengan banyak aksen krom, Santa Fe XRT justru mengambil arah yang berlawanan.
Mobil ini tampil dominan dengan sentuhan serba gelap. Mulai dari grill depan, emblem, hingga aksen bodi, semuanya diberi sentuhan dark finish yang memberikan kesan misterius sekaligus tangguh.
Identitas utamanya dipertegas oleh penggunaan velg eksklusif 20 inci berwarna hitam yang mengisi ruang fender dengan sangat padat, memberikan postur yang lebih tegak dan kokoh.
Nuansa petualang ini bukan sekadar kosmetik di permukaan. Hyundai membekali XRT dengan perlengkapan fungsional seperti cross bar di atap untuk kebutuhan pemasangan roof box, serta side step hitam dan mud guard untuk melindungi bodi saat melewati medan yang lebih kotor.
Masuk ke bagian dalam, nuansa premium tetap dipertahankan namun dengan aura yang lebih sporty.
Kita akan disambut dengan pedal berbahan metal dan karpet eksklusif berlogo XRT, sementara kenyamanan khas Santa Fe seperti kursi relaksasi premium dan sistem audio BOSE tetap hadir menemani perjalanan.
Di balik kap mesinnya, Santa Fe XRT mengandalkan teknologi 1.6 Turbo Hybrid yang mampu menghasilkan tenaga kombinasi hingga 235 PS dengan torsi mencapai 367 Nm.
Penyaluran tenaga ini diatur oleh transmisi otomatis 6-percepatan ke roda depan.
Meskipun secara tampilan ia terlihat sangat siap melibas medan berat, perlu diingat bahwa untuk pasar Indonesia, XRT tetap mempertahankan penggerak roda depan (FWD).
Mesin ini menawarkan harmoni yang unik: akselerasi yang instan khas motor listrik di kemacetan kota, namun punya napas panjang berkat bantuan turbo saat dipacu di jalan tol.
Dengan banderol Rp 932,4 juta, Santa Fe XRT berdiri di arena persaingan yang cukup panas.
Jika dibandingkan dengan Honda CR-V RS e:HEV, Santa Fe menawarkan kabin yang jauh lebih luas dan bahasa desain yang lebih unik.
Ia juga terasa lebih modern dan kaya fitur bantuan pengemudi dibandingkan rival di kelas SUV sasis tangga seperti Toyota Fortuner, meski tentu saja ia tidak memiliki ketangguhan penggerak 4x4 seperti rivalnya tersebut.
Kelebihan utama mobil ini terletak pada kombinasi antara kenyamanan suspensi monokok yang empuk dengan desain boxy yang ikonik.
Ruang kabinnya sangat luas, menjadikannya salah satu mobil keluarga paling praktis saat ini.
Namun, di sisi lain, ukurannya yang besar menuntut kewaspadaan ekstra saat harus parkir di area yang terbatas.
Penggunaan velg 20 inci juga berarti profil ban menjadi sedikit lebih tipis, sebuah kompromi demi mengejar estetika visual yang gagah.
Secara keseluruhan, Hyundai Santa Fe XRT adalah pernyataan gaya bagi mereka yang ingin tampil beda di jalanan urban tanpa harus mengorbankan kecanggihan teknologi hybrid.
Penggunaan teknologi hybrid inilah yang menjadi keunggulan dari Mazda CX-8, meski samurai menawarkan kenyamanan suspensi dan kualitas interior yang lebih mewah.
Sayangnya, Hyundai Santa Fe XRT yang meluncur di Indonesia tidak memiliki opsi penggerak empat roda (AWD) seperti versi global.
Selain itu, body-nya yang tambun kurang cocok untuk jalanan Bali yang sempit dan memiliki banyak gang.
Satu kelemahan lagi adalah ukuran ban 20 inci membuat profil ban lebih tipis sehingga mengurangi keempukan saat melibas lubang jalanan. ***
Editor : Ibnu Yunianto