Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Wisata Diving Menggeliat, Pantai Tulamben Jadi Pilihan Wisatawan

Donny Tabelak • Sabtu, 25 Juni 2022 | 19:15 WIB
Wisatawan saat melakukan aktivitas diving di Pantai Tulamben. Sejak sebulan belakangan wisata diving di Tulamben kian menggeliat. (Zulfika Rahman)
Wisatawan saat melakukan aktivitas diving di Pantai Tulamben. Sejak sebulan belakangan wisata diving di Tulamben kian menggeliat. (Zulfika Rahman)
AMLAPURA- Setelah dua tahun lebih pariwisata Bali tiarap akibat pandemi covid-19, sejak sebulan belakangan aktivitas wisata di Bali khususnya di Karangasem kini menggeliat kembali. Salah satunya wisata bahari diving dan snorkling yang ada di Tulamben, Kecamatan Kubu. Di sana, wisatawan melakukan aktivitas diving dan snorkeling.

 

Hal itu diungkapkan salah seorang pemandu wisata diving di Tulamben, I Nyoman Suartana. Kata dia, aktivitas wisata diving di Tulamben terus mengalami peningkatan sejak sebulan belakangan. Kondisi ini tak lepas dari dibukanya kembali pariwisata di Bali dengan berbagai kelonggaran perjalanan baik wisatawan domestik maupun mancanegara. “Sudah lumayan ramai lagi. Sejak sebulan belakangan wisawatan yang mau diving terus meningkat,” kata Suartana, Jumat (24/6).

 

Dalam sehari, kata Suartana, dari pagi hingga malam hari jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang menikmati wisata diving rata-rata seratus orang. “Untuk asing banyak juga yang dari negara-negara Eropa. Kalau untuk Asia khususnya China belum begitu banyak,” ujar Suartana.

 

Kondisi ini berbeda jauh dalam dua tahun belakangan saat pandemi covid-19 melanda Bali. Aktivitas diving di Tulamben nyaris tanpa wisatawan. Dalam sehari selama pandemi covid-19, wisatawan yang melakukan aktivitas diving tak lebih dari 10 orang. “Ketika covid, paling banyak 10 orang. Sering tidak ada sama sekali. Itu wisatawan asing yang sudah menetap di Bali,” akunya.

 

Akibat kondisi itu, beberapa pemandu wisata diving bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan dapur. Ada yang beralih sebagai nelayan, ada juga yang beralih menjadi buruh bangunan dan memilih bertani. “Karena itu menjadi satu-satunya lahan pekerjaan. Ketika tidak ada wisatawan kebanyakan dari kami beralih profesi menjadi buruh serabutan,” terangnya.

 

Suartana pun berharap kondisi pemulihan pariwisata di Bali khususnya di Tulamben terus bangkit hingga menuju masa normal. Sebelum covid-19, rata-rata wisatawan yang melakukan aktivitas diving bisa mencapai 200 orang lebih dalam sehari. “Kalau saat ini sudah lumayan. Kami berharap kondisi pariwisata bisa terus membaik,” harap Suartana. (zul)

  Editor : Donny Tabelak
#covid-19 #wisata diving #wisata bahari #pantai tulamben #pariwisata