Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Asita Bali Minta Penerbangan Langsung dari Tiongkok ke Bali

Hari Puspita • Minggu, 15 Januari 2023 | 16:05 WIB
BIDIK PELANCONG TIONGKOK : Kesibukan aktivitas di Bandara Ngurah Rai, beberapa waktu lalu. Asita Bali menarget kunjungan besar wisman asal Tiongkok. (foto: istimewa)
BIDIK PELANCONG TIONGKOK : Kesibukan aktivitas di Bandara Ngurah Rai, beberapa waktu lalu. Asita Bali menarget kunjungan besar wisman asal Tiongkok. (foto: istimewa)
DENPASAR, Radar Bali.id -  Di tengah sorotan masih adanya lonjakan kasus Covid-19 di Tiongkok, DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies  atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali menunggu kedatangan wisatawan asal Negeri Panda itu. Juga menargetkan kedatangan pelancong asal Tiongkok ke Bali meski belum ada informasi  resmi mengenai  turis  Tiongkok berwisata ke Bali.

Saat ini, target kedatangan wisatawan dari negari  Tirai Bambu ke Bali  sebanyak 255.300. Angka yang dipasang tidak terlalu besar.

Hal ini seperti dikatakan ketua DPD Asita Bali, Putu Winastra menyambut baik rencana kedatangan wisatawan Tiongkok dan  anggota Asita  yang memang biasanya  memandu wisatawan Tiongkok juga sudah  bersiap diri menyiapkan paket wisata.

Di sisi lain, harapan pelaku pariwisata adanya penerbangan langsung Tiongkok ke Bali. Minimal dari tiga kota di Tiongkok, seperti Beijing- Denpasar, Quanzhou -Denpasar dan Sanghai-Denpasar.

"Ya jadi target itu memang tidak terlalu besar karena apa? Karena melihat beberapa tantangan yang masih kita hadapi.  Pertama adalah terkait dengan direct flight dari China ke Bali kan belum ada. Jadi, harapannya adalah kalau direct flight sudah ada saya kira target yang segitu sangat gampang dicapai oleh anggota Asita yang menangani pasar  Tiongkok  ini,” ucapnya.

 

Target wisatawan Tiongkok tidak menjadi prioritas karena kendala penerbangan maupun aturan di Tiongkok bagi warganya yang pergi ke luar negeri. Di samping itu, Winastra menyebut wisatawan Tiongkok harus memperbarui paspor karena banyak yang sudah kedaluwarsa disebabkan hampir tiga tahun pandemi Covid-19.

 

Dari kesiapan,  Asita sangat siap menyiapkan paket wisata, meski diharapkan bukan paket wisata yang ditawarkan  hanya berbelanja seperti paket wisata sebelumnya. Kali ini, untuk menyasar wisatawan Tiongkok yang ditawarkan lebih mendatangkan objek wisata supaya dapat mengunjungi semua tempat-tempat wisata di Bali maupun di luar Bali seperti Lombok .

“Paket wisata yang dibuat adalah tidak seperti  dulu hanya shopping aja tapi ke objek wisata yang ada di Bali  dan bahkan saran untuk kementerian, saving money lebih besar untuk wisatawan Tiongkok dengan menambah  masa tinggal dengan membuat paket tur paling tidak,  tidak hanya ke Bali Selatan,  tapi juga atau bahkan destinasi prioritas kementerian misalnya Mandalika,Nusa Tenggara Barat (NTB)," terangnya.

 

Maka, sejak kabar beredar Tiongkok membuka perbatasan (border) menjadi angin segar terkhusus pariwisata di Bali. Wisatawan Tiongkok pernah bertengger di  peringkat pertama menjadi  wisatawan yang paling banyak datang ke Bali sehinga harapannya secepatnya wisatawan tiongkok dapat kembali lagi ke Pulau Dewata untuk berwisata.

" Sebenarnya selain direct flight tidak ada, masalahnya mereka harus memperbarui paspor, banyak sudah habis masa berlakunya," ucapnya. [ni kadek novi febriani/radar bali] Editor : Hari Puspita
#turis tiongkok #pariwisata bali #asita bali #pariwisata