Saat ini, target kedatangan wisatawan dari negari Tirai Bambu ke Bali sebanyak 255.300. Angka yang dipasang tidak terlalu besar.
Hal ini seperti dikatakan ketua DPD Asita Bali, Putu Winastra menyambut baik rencana kedatangan wisatawan Tiongkok dan anggota Asita yang memang biasanya memandu wisatawan Tiongkok juga sudah bersiap diri menyiapkan paket wisata.
Di sisi lain, harapan pelaku pariwisata adanya penerbangan langsung Tiongkok ke Bali. Minimal dari tiga kota di Tiongkok, seperti Beijing- Denpasar, Quanzhou -Denpasar dan Sanghai-Denpasar.
"Ya jadi target itu memang tidak terlalu besar karena apa? Karena melihat beberapa tantangan yang masih kita hadapi. Pertama adalah terkait dengan direct flight dari China ke Bali kan belum ada. Jadi, harapannya adalah kalau direct flight sudah ada saya kira target yang segitu sangat gampang dicapai oleh anggota Asita yang menangani pasar Tiongkok ini,” ucapnya.
Target wisatawan Tiongkok tidak menjadi prioritas karena kendala penerbangan maupun aturan di Tiongkok bagi warganya yang pergi ke luar negeri. Di samping itu, Winastra menyebut wisatawan Tiongkok harus memperbarui paspor karena banyak yang sudah kedaluwarsa disebabkan hampir tiga tahun pandemi Covid-19.
Dari kesiapan, Asita sangat siap menyiapkan paket wisata, meski diharapkan bukan paket wisata yang ditawarkan hanya berbelanja seperti paket wisata sebelumnya. Kali ini, untuk menyasar wisatawan Tiongkok yang ditawarkan lebih mendatangkan objek wisata supaya dapat mengunjungi semua tempat-tempat wisata di Bali maupun di luar Bali seperti Lombok .
“Paket wisata yang dibuat adalah tidak seperti dulu hanya shopping aja tapi ke objek wisata yang ada di Bali dan bahkan saran untuk kementerian, saving money lebih besar untuk wisatawan Tiongkok dengan menambah masa tinggal dengan membuat paket tur paling tidak, tidak hanya ke Bali Selatan, tapi juga atau bahkan destinasi prioritas kementerian misalnya Mandalika,Nusa Tenggara Barat (NTB)," terangnya.
Maka, sejak kabar beredar Tiongkok membuka perbatasan (border) menjadi angin segar terkhusus pariwisata di Bali. Wisatawan Tiongkok pernah bertengger di peringkat pertama menjadi wisatawan yang paling banyak datang ke Bali sehinga harapannya secepatnya wisatawan tiongkok dapat kembali lagi ke Pulau Dewata untuk berwisata.
" Sebenarnya selain direct flight tidak ada, masalahnya mereka harus memperbarui paspor, banyak sudah habis masa berlakunya," ucapnya. [ni kadek novi febriani/radar bali] Editor : Hari Puspita