KUTA,radarbali.id - Saat sore mendekati senja, di Pantai Kuta, tampak ratusan orang terjun bersih-bersih pantai. Mereka menyelesaikan aksinya memungut sampah di sekitar pantai, Jumat sore, 15 September 2023. Sekitar satu jam berjibaku, sampah terkumpul 442 kilogram dalam tumpukan karung.
Direktur Tata Kelola Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indra Ni Tua saat ditemui disela-sela kegiatan Sunset Clean Up, mengatakan dari jumlah sampah sekitar 70 juta di Indonesia yang termasuk jenis sampah plastik yakni 15 persen. Maka dibutuhkan gerakan bersama melibatkan masyarakat sekitar destinasi wisata.
Seperti diketahui berdasar jumlah timbulan sampah nasional tahun 2021 tercatat sebanyak 68,5 juta ton. Dari jumlah tersebut sekitar 17 persen atau sekitar 11,6 juta ton merupakan sampah plastik.
Baca Juga: Favehotel Kuta Kartika Plaza Ikut Terjun Pungut Sampah dalam Bali’s Biggest Clean Up
Terlebih di pantai kerap diserbu sampah plastik dan kayu pada waktu tertentu. Dari Kemenpar telah memberikan alat berat tapi tidak semua sampah bisa dientaskan.
"Parameter terburuk mengenai kebersihan. Bekerja sama dengan pihak sangat dibutuhkan," ujar Indra
Padahal menurutnya, mengurangi sampah harus menjalankan pemilahan sampah karena ada sampah memiliki nilai ekonomi. Tapi yang banyak ditemukan sampah kantong plastik sekali pakai terbuang tidak dimanfaatkan.
Baca Juga: Studi Lapangan, J2PS Apresiasi BWC Terima Sampah Multilayer, Simak Faktanya
"Edukasi sampah dari pendidikan. Harus bekerja sama dengan akademisi. Dengan memanfaatkan teknologi,"terangnya.
Sementara itu Direktur Bali Waste Cycle, Olivia Anastasia Padang mengatakan, yang terlibat bersih- bersih pada sore di Kuta sekitar 500 orang lebih terdiri dari pegawai hotel, pedagang dan pelajar. Dalam kegiatan kemarin untuk mengedukasi masyarakat khususnya pedagang di pantai bahayanya sampah dan juga menolak polusi sampah laut.
Lebih lanjut kata Olivia da berbagai hal untuk menyelesaikan sampah. Pertama melakukan pemilahan dan juga menjadikan residu sampah menjadi RDF(refuse derived fuel). Supaya tidak ada lagi pembuangan sampah ke TPA. "Di sini juga ada tempat mengelola residu menjadi RDF sehingga tidak ada lagi sampah," urainya. ***
Editor : M.Ridwan