NEGARA, radarbali.id - Arus kendaraan liburan masuk Bali sudah memasuki puncak pada hari Sabtu (23/12/2023). Jumlah orang dan kendaraan dua kali lipat dari hari biasa. Diprediksi arus balik kendaraan yang akan keluar Bali, sehari setelah Hari Raya Natal, Selasa (26/12).
Berdasakan data dari PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, pada puncak arus masuk Bali dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk hari Sabtu lalu sebanyak 43.467 orang pejalan kaki dan penumpang dalam kendaraan dan kendaraan 9.195 unit. Sebaliknya yang keluar Bali sebanyak 30.366 orang dan kendaraan 30.356 unit.
Manajer Usaha Pelabuhan Gilimanuk Djumadi mengatakan, sehari sebelum hari Raya Natal, Minggu (24/12), masih banyak kendaraan yang masuk Bali. Tetapi sudah mulai berkurang dari puncak arus masuk Bali, Sabtu lalu yang meningkat dua kali lipat dari waktu normal.
Baca Juga: Macet di Kawasan Kuta, Legian, Seminyak, saat Liburan Nataru 2024
"Sudah melewati puncak, tetapi hari ini (kemarin) masih mengalir," jelasnya, Minggu (24/12).
Menurutnya, pada puncak arus masuk ke Bali sebanyak 35 unit kapal termasuk kapal perbantuan 3 unit kapal berukuran besar. Khusus kapal perbantuan yang digunakan karena yang terjadi penumpukan kendaraan di Pelabuhan Ketapang, maka kapal hanya membawa penumpang dari Ketapang dan setelah bongkar muatan kembali lagi ke Ketapang kosong tanpa muatan.
"Penerapan pola normal, padat dan sangat padat tergantung situasi," ungkapnya.
Setalah Hari Raya Natal hari ini, diprediksi arus balik liburan dari Bali ke Jawa terjadi pada Selasa (26/12). Karena wisatawan yang sudah berlibur pada libur Natal akan kembali ke rumah masing - masing di pulau Jawa. "Tetapi akhir pekan ini akan ada arus masuk Bali lagi jelang libur Tahun Baru," ungkapnya.
Arus masuk Bali jelang libur Tahun Baru diprediksi terjadi pada hari Sabtu (30/12). Diprediksi jumlah kendaraan yang masuk Bali membludak lagi seperti pada saat arus libur Hari Natal. "Kami sudah mengantisipasi arus balik setelah libur tahun Baru, kami perkirakan akan ada arus keluar Bali secara bersamaan," imbuhnya.
Arus lalu lintas kendaraan akan keluar Bali dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang membludak pada hari Senin (1/1) 2024. Pihaknya memperkirakan arus keluar Bali secara berama-sama karena hari libur sudah selesai dan masuk sekolah mulai Selasa (2/1).
Pihaknya sudah menyiapkan armada 52 kapal, termasuk kapal perbantuan dan menerapkan aturan jarak pembelian tiket minimal 2 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk. Sehingga pada saat arus balik keluar Bali dari Pelabuhan Gilimanuk nanti, tidak ada penumpukan kendaraan.
Pihak kepolisian juga sudah menyiapkan Parkir Kargo sebagai kantong parkir dan akan menggunakan gang di pemukiman warga untuk menuju Pelabuhan Gilimanuk.
"Pada saat arus balik liburan tahun baru, sudah diantisipasi dengan penerapan pola seperti pada saat arus mudik lebaran. Parkir kargo jadi kantong parkir dan penggunaan gang di pemukiman warga," ungkapnya.
Pelayanan penyeberangan angkutan Natal dan Tahun Baru, terkendala dengan angkutan barang non logistik yang masih beroperasi. Padahal dari instansi terkait, yakni Kementerian Perhubungan sudah memberlakukan pembatasan angkutan barang yang beroperasi pada saat arus libur Natal dan Tahun Baru.
"Masih banyak truk atau kendaraan barang yang semestinya dilarang beroperasi," imbuhnya.
Kendaraan angkutan non logistik, terutama tronton dan truk besar dengan sumbu lebih dari tiga ini, mengurangi kapasitas kapal. Misalnya, kapal yang semestinya berisi 20 unit kendaraan, karena ada truk besar berkurang hanya 15 unit kendaraan.
Pihaknya berharap aturan pembatasan angkutan barang non logistik ini dilaksanakan di masa angkutan Natal dan tahun baru agar lalu lintas kendaraan yang akan menyeberang tidak terganggu. "Mengenai operasional pembatasan kendaraan non logistik kewenangan dari kementerian," jelasnya.***
Editor : M.Ridwan