Langsung Bersih, Sampah Perayaan Tahun Baru di Pantai Kuta Diangkut
Ni Made Ari Rismaya Dewi• Selasa, 2 Januari 2024 | 12:00 WIB
SIGAP: Petugas sedang melakukan bersih-bersih sampah pada pagi usai malam pergantian tahun, 1 Januari 2024.
MANGUPURA, radarbali.id - Pantai Kuta menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi untuk merayakan pergantian tahun. Terlebih, lokasi ini dijadikan tempat perayaan puncak tahun baru dari Pemerintah Kabupaten Badung yang bertajuk 'From Kuta With Love into 2024.' Ketua Satgas Pantai Kuta, Wayan Sirna ketika dihubungi kemarin (1/1) pagi, ungkap kondisi di Pantai Kuta sudah bersih dari sampah.
"Sudah bersih banget sekarang ini. Tadi dari DLHK sudah mengangkut beberapa sampah yang ada di pinggir pantai, ditaruh di setra sementara," tuturnya.
Pihak Desa Adat sudah membersihkan dari areal Pantai Jerman hingga perbatasan Kuta-Legian yang kurang lebih berjarak 4 km. Petugas kebersihan dibagi dalam lima kelompok yang beranggotakan enam orang.
Khusus kemarin, 30 orang petugas ditambah bantuan 15 orang dari perusahaan Coca Cola bergotong royong sejak pukul 03.00 WITA.
"Kalau biasanya (mulai bekerja, red) jam 07.00 WITA. Karena tadi malam kan ada acara dari Pemda, sampah pengunjung membludak tadi malam. Begitu event tutup, mereka langsung kerja semua gtong royong di tempat tersebut," sambungnya.
Tim dari desa adat membersihkan bagian atas pantai sampai di luar trotoar. Sedangkan tim bantuan membersihkan di area paling bawah.
Sampah-sampah tersebut kemudian diangkut dengan truk sampah dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung. Adapun sampah yang paling sering ditemui oleh petugas yaitu sampah batok kelapa.
"(Jenis sampahnya, red) sampah pengunjung seperti batok-batok kelapa. Karena dominan pedagangngya menjual kelapa muda. Batok-batoknya sudah kita sarankan masukkan ke kantong plastik dan tinggal diangkut," paparnya.
Karena pedagang sudah mengumpulkan sampahnya masing-masing, diakuinya peningkatan volume sampah jadi tak terlalu banyak. Terlebih tahun ini belum ada sampah kiriman yang masuk ke Pantai Kuta.
"Mudah-mudahan sih jangan (ada sampah kiriman, red). Biasanya tahun lalu kan dari Oktober sudah start sampahya membludak. Ini syukur sampai tahun baru ini aman, kemarin bersih banget luar biasa," sambungnya.
Hal ini juga berkaitan dengan penataan yang akan dilakukan di Pantai Kuta. Karena sebelum penataan, harus dipastikan dahulu agar areal Pantai Kuta sudah bersih dari sampah.
Penataan diperkirakan dilakukan setelah Pemilu 2024. Volume pedagang di areal Pantai Kuta dinilainya terlalu banyak yang juga berdampak pada banyaknya volume sampah.
"Jumlah pedagang 900 sesuai dengan data yang kita punya. Sekarang jumlah pedagang lebih dari 1.000 dan ada kebijakan dari kelian 15 orang dari masing-masing banjar (berjualan di Pantai Kuta, red). Semakin banyaknya pedagang, pantai jadi agak rapat sekarang," kata Sirna.
Masih terkait sampah dari perayaan tahun baru, Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (PKLB3) DLHK Badung, Anak Agung Dalem menyampaikan telah dilakukan pembersihan sampah di tiga titik pantai.
Pertama, di Pantai Seminyak yang dikerjakan oleh 25 orang tenaga kebersihan, 1 loader, dan 1 beach cleaner. Terkumpul total sampah kembang api 1 truk dan sampah pedagang 2 truk.
"(Jumlah sampah, red) 1,6 ton per truk. Kami kelola di TPS3R dan TPST," ungkapnya.
Kemudian di Pantai Legian yang dikerjakan 40 orang tenaga kebersihan, 2 loader, dan 1 beach cleaner. Sampah yang terkumpul yaitu sampah kembang api 2,5 truk dan sampah pedagang 2 truk.
Di Pantai Kuta, pihaknya mengerahkan 30 orang tenaga kebersihan, ditambah 25 orang dari komunitas peduli lingkungan, dan 1 loader. Terkumpul sampah kembang api sebanyak 1 truk dan sampah pedagang 2 truk.
Lebih lanjut, kegiatan bersih-bersih di pantai sudah dilakukan sejak pukul 06.00 WITA setelah petugas menyapu di ruas jalan masing-masing. Selain sampah kembang api, paling banyak ditemukan plastik sisa kemasan makanan dan minuman di pantai.***