Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Uniknya Air Terjun Peguyangan yang Ramai Dikunjungi Walau Harus Menuruni Ratusan Anak Tangga

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Selasa, 12 Maret 2024 | 04:05 WIB
PUNYA TANTANGAN TERSENDIRI : Pariwisata: Pengunjung saat menapaki anak tangga menuju destinasi wisata Air Terjun Peguyangan. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)
PUNYA TANTANGAN TERSENDIRI : Pariwisata: Pengunjung saat menapaki anak tangga menuju destinasi wisata Air Terjun Peguyangan. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)

Tempat ini belum begitu diakrabi di telinga. Air Terjun Peguyangan atau yang juga dikenal dengan Guyangan merupakan salah satu destinasi wisatawan yang ada di Kecamatan Nusa Penida.

MEMANG tidak mudah untuk bisa menikmati keindahan daya tarik wisata yang berada di Desa Batukandik ini. Meskipun  begitu antusias wisatawan berkunjung tetap tinggi, terutamanya wisatawan mancanegara (wisman).

Ada ratusan anak tangga yang harus dilalui pengunjung bila ingin menikmati keindahan pemandangan kawasan Air Terjun Peguyanga ini.

Tidak hanya jumlahnya banyak, anak tangga yang harus dilewati pun cukup curam. Sehingga stamina yang baik dan kehati-hatian sangat dibutuhkan pengunjung saat berkunjung.

Meski begitu, menurut seorang pemilik warung sekitar destinasi, Gede Sudi, ada lebih dari 200 wisatawan mengunjungi Air Terjun Peguyangan setiap harinya.

Tidak hanya wisatawan domestik, dikatakannya wisman juga banyak yang berkunjung. Bahkan menurutnya kunjungan didominasi wisman, seperti Amerika, Eropa, Polandia, India dan lainnya.

“Kalau wisatawan domestik, biasanya berkunjung untuk bersembahyang karena ada pelinggih Kanjeng Ratu di sana. Biasanya wisatawan domestik banyak berkunjung di hari-hari tertentu, seperti Purnama, Tilem dan lainnya,” terangnya.

Mengingat wisatawan yang masuk ke kawasan Nusa Penida telah dikenakan retribusi, dikatakannya wisatawan yang berkunjung tidak dikenakan tiket masuk.

Tetapi karena ada tempat pemujaan di destinasi tersebut, wisatawan diwajibkan menggunakan sarung dan selendang.

Bila tidak membawa, wisatawan dapat menyewanya di dekat destinasi dengan biaya sewa sekitar Rp15 ribu. “Kalau yang sudah bawa kamen (sarung), tinggal turun menuju destinasi,” katanya.

Meski harus menuruni ratusan anak tangga yang curam, pengorbanan para pengunjung tersebut menurutnya tidak akan sia-sia.

Sebab pengunjung akan dimanjakan dengan keindahan laut biru yang begitu memesona. “Pengunjung juga bisa berenang di kolam yang tersedia. Selain ada tempat bersembahyang, di sana juga ada tempat melukat,” tandasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#air terjun #anak tangga #nusa penida #klungkung