TABANAN, Radar Bali.id - Potensi desa yang melimpah untuk menuju desa wisata harus dimanfaatkan betul oleh sebuah desa.
Salah satu Desa Gadungan, Selemadeg Timur Tabanan. Pemerintah Desa setempat bersama warga mulai mengembangkan wahana wisata tubing yang berada saluran irigasi subak.
Atraksi wahana wisata tubing ini yang sudah dibuka untuk umum, nantinya pengunjung akan diajak melintasi saluran irigasi Tangguntiti sepanjang 2,5 kilometer. Disamping itu pengunjung pula dapat melihat pemandangan persawahan.
Perbekel Desa Gadungan I Wayan Muliartana mengatakan pengembangan wisata tubing di desa sebenarnya ke arah menjadi desa wisata nantinya.
Pasalnya Desa Gadungan menuju desa wisata sudah dilakukan pengusulan sebelum Covid-19, namun kala itu diminta oleh Pemerintah Daerah untuk mengembangkan potensi-potensi desa yang dimiliki.
"Sudah beberapa kegiatan wisata berjalan, tapi karena Covid-19 jadi mundur," ungkap Muliartana, Jumat (3/5/2024).
Wisata tubing sendiri yang sudah dibuka ini, pengunjung dapat menikmati saluran air irigasi dengan menaiki wahana ban bekas. Karena tubing sendiri kegiatan meluncur bebas diatas permukaan air yang berarus ringan menggunakan ban mobil bekas.
"Jalur rute wisata tubing ini sepanjang 2,5 kilometer di saluran irigasi subak Tangguntiti. Saat wisata tubing dimainkan, maka pengunjung pula menikmati pemandangan sawah pedesaan," ujarnya.
Selain wisata tubing, sejatinya sejati di desa juga sudah ada beberapa kegiatan wisata lainnya. Seperti garden Batur dan jalur track bersepeda yang menyusuri persawahan.
"Bahkan kami juga memiliki potensi wisata lainnya yakni kegiatan kuliner makanan yang sudah dikembangkan masyarakat. Khususnya makanan jajan Bali," tutur Muliartana.
Banyak kegiatan wisata yang sudah pihaknya kembangkan untuk menuju desa wisata. Pengelolaan sendiri nantinya dilakukan oleh Badan Usaha milik desa (BUMDes).
Termasuk wisata tubing yang sudah mulai dibuka. "Kalau wisata tubing masih gratis, belum dipungut tiket bila warga ingin menikmati. Karena sebagai masih promosi awal kami," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita