Wow! Fasilitasi Sandar Kapal Pesiar, Pelabuhan Benoa Diperluas dan Dilengkapi Kawasan Hiburan
Marsellus Nabunome Pampur• Senin, 13 Mei 2024 | 15:45 WIB
PENATAAN PELABUHAN: Menteri BUMN Erick Thohir saat berada di Pelabuhan Benoa. Pemenrintah memperluas pelabuhan untuk Kapal pesiar dan kawasan hiburan.
DENPASAR, radarbali.id - Proyek penataan Pelabuhan Benoa ekonomi dan pariwisata di Denpasar hingga kini terus berlanjut. Pelabuhan Benoa dipoles untuk semakin menarik minat wisatawan ke Bali. Bahkan nantinya di pelabuhan Benoa juga akan dibangun kawasan entertainment.
Hal itu disampaikan oleh Menteri BUMN RI, Erick Thohir saat mengunjungi Pelabuhan Benoa pada Minggu (12/5/2024). Erick Thohir menjelaskan, di Pelabuhan Benoa akan dikembangkan agar bisa dipakai tempat bersandarnya kapal-kapal pesiar. Termasuk kapal jumbo.
"Perusahan kapal layar besar ini yang tadinya tidak bisa merapat, sekarang bisa merapat. Tapi juga nanti juga tempat ini akan dibangun entertainment kompleks. Ada tamannya, ada tempat makannya untuk wisata dan lain-lain," katanya dalam kesempatan itu.
Pemerintah kata Erick, memiliki komitmen untuk meningkatkan pariwisata Bali. Dimana selama ini lembaga pengembangan wisata masih terfokus di sektor lain, seperti bandara dan jalur darat. Namun potensi laut dirasa masih kurang digarap. Padahal, 70 persen geografis Indonesia terdiri dari kawasan laut
"Potensi Bali tidak kalah penting untuk wisata dari laut. Makanya pelabuhan Benoa menjadi salah satu tujuan wisata nanti. Membangun ekosistem pariwisata yang bisa menaikan turis internasional bisa 1 setengah kali lipat dari nilai yang sekarang. Apalagi yang lokal bisa dua kali lipat. Dan pendapatan daerah bisa naik 2,7 kali dengan berdirinya pelabuhan ini," imbuhnya.
Erick Thohir juga mengaku sudah menghubungi pihak pemerintah provinsi Bali untuk bersmaa mendukung pembangunan tersebut.
Dirinya juga meminta dukungan dari kementerian KKP untuk bersinergi memberdayakan potensi laut. Terutama para nelayan di Bali. Hal itu menurutnya dirasa penting karena sudah ada beberapa titik di Bali yang nantinya bisa dikembangkan oleh BUMN untuk para nelayan.
Penetapan status lembangun tersbeht pun ditarget akan rampung pada September atau Oktober 2024.
"Kalau September- Oktober ini mungkin untuk ekosistem awalnya kita bisa resmikan. Tapi kalau seluruhnya berjalan seperti, kalau kita komparasi kan dengan di New York, di Sidney, atau di London kita perlu waktu sampai dengan 2027. Jadi perlu ada tahap berikutnya. Tahap pertama Insya Allah selesai. Tahap kedua perlu waktu lagi," pungkasnya.***