Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Wow Mantap! WWF Usai dan Low Season tapi Wisman ke Bali Semakin Membeludak

Marsellus Nabunome Pampur • Rabu, 29 Mei 2024 | 15:10 WIB

 

 

TURISME: pasca WWF 2024 wisatawan mancanegara  malah semakin meningkat
TURISME: pasca WWF 2024 wisatawan mancanegara malah semakin meningkat

GIANYAR,radarbali.id - Secara resmi, kegiatan World Water Forum (WWF) di Bali sudah berakhir pada Sabtu (25/5) lalu.

Even internasional itu sudah memberikan banyak pengaruh positif terhadap pariwisata Bali, termasuk juga untuk okupansi hotel di kawasan Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung. Selain itu, hingga kini ternyata tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali terus bertambah. 

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua PHRI Provinsi Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace. Ditemui di kediamannya, di jalan Pantai Purnama, Gianyar, pada Selasa (28/5) sore, Cok Ace mengatakan kunjungan wisatawan ke Bali cendrung meningkat.

 Baca Juga: Kawal PPDB 2024 di Bali, Ombudsman RI Perwakilan Bali Lakukan Mitigasi Sejak Awal

"Jadi, astungkara walaupun WWF sudah berakhir, saya lihat dari kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali masih bagus dan bahkan cendrung meningkat. Walaupun kalau kita lihat posisi kita sekarang kan ada di bulan Mei yang dimana low season," katanya. 

Dikatakannya, event WWF di Bali sudah memberikan banyak dampak positif bagi pariwisata. Contoh dampak langsungnya dimana saat gelaran WWF, banyak kamar hotel di sekitar area Nusa Dua, Kuta Selatan diisi oleh para delegasi dari negara-negara yang menjadi peserta WWF.

"Ini juga jadi ajang promosi luar biasa untuk Bali. Apalagi bicara tentang air, kita harapkan Bali jadi role model bagaimana orang Bali memuliakan air tersebut tidak saja secara sekala tetapi juga di Bali ada juga cara2 Niskala. Kita banyak upacara-upacara di Bali yang bertujuan memuliakan air," tambahnya. 

 Baca Juga: Gas 3 Kg di Denpasar Langka Lagi, Disperindag Ajukan Extra Dropping, Pangkalan Main?

Lanjut Cok Ace, bahwa terkait pemerataan tingkat okupansi selama WWF di Bali, sedirkit ada perbedaan dengan G20 atau event internasional lainnya di Bali sebelumnya.

Jika event sebelum WWF, para delegasi fokus menginap di kawasan sekitar lokasi kegiatan. Namun saat WWF, malah banyak delegasi yang menginap jauh dsri kawasan Nusa Dua sebagai lokasi kegiatan.

Bahkan Cok Ace menyebut, PHRI sebelumnya menyiapkan 19 hotel di kawasan Nusa dua untuk lokasi menginap para delegasi. Namun faktanya yang terisi oleh para delegasi hanya sebanyak 9 hotel di Nusa dua 

 Baca Juga: Mabuk, Sesama Pekerja Surfing Bakuhantam, Korban Dihajar dengan Botol Miras hingga Luka di Pantai Kuta

"Kami di Bali menyiapkan 19 hotel yang sudah kita perhitungkan dari segi akses, segi keamanan. Namun yang terisi hanya sembilan hotel di Nusa dua. Mereka lebih senang (inap) keluar. Bahkan saya dapat informasi di lapangan, mereka juga menyembunyikan identitas mereka sebagai delegasi," beber mantan Wakil Gubernur Bali ini.

Bahkan, Cok Ace mencontohkan salah satu delegasi dari Ceko. Dimana, delegasi tersebut malah memilih untuk menginap di kawasan Amed, Karangasem.

"Bahkan ada delegais dari Ceko inapnya justru di Amed. Mereka mungkin lebih senang melihat langsung, dapat pengalaman dari pada yang sifatnya protokoler," pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#wisman #cok ace #wisatawan mancanegara #phri bali #pariwisata #wwf