Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Subak Spirit Festival (1): Hadirkan Pemuliaan Air dan Warisan Sawah Bali di Jatiluwih - Tabanan

Juliadi Radar Bali • Minggu, 10 November 2024 | 03:46 WIB

 

DIATARA BENTANG SAWAH: Wamen Kebudayaan Giring Ganesha saat kick off Subak Spirit Festival di DTW Jatiluwih, Sabtu (9/11/2024).
DIATARA BENTANG SAWAH: Wamen Kebudayaan Giring Ganesha saat kick off Subak Spirit Festival di DTW Jatiluwih, Sabtu (9/11/2024).

TABANAN, radarbali.jawapos.com – Subak Spirit Festival hadir untuk pertama kalinya sebagai festival pembuka (Kick-Off) yang bertujuan memperkenalkan dan mengapresiasi warisan budaya Subak di Bali.

Subak Spirit Festival digelar di Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Penebel Tabanan yang mengangkat tema “Pemuliaan Air,” mulai dibuka Sabtu (9/11/2024).

Festival ini mengajak masyarakat untuk merenungkan serta merayakan harmoni antara pelestarian Subak sebagai warisan budaya sakral dan pemulihan ekosistem air di Bali. 

Terinspirasi oleh skema proteksi Subak yang diprakarsai oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Subak Spirit Festival menandai langkah penting dalam menjaga keseimbangan antara konservasi budaya Subak dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Di sisi lain, festival ini bertujuan tidak hanya untuk memperingati pentingnya air dalam sistem Subak, tetapi juga untuk merayakan sawah sebagai jantung kehidupan masyarakat Bali. 

Lebih dari sekadar sistem irigasi, Subak adalah sistem sosial dan budaya yang mengukuhkan kebersamaan, keberlanjutan, serta keseimbangan ekologis di Bali.

Dengan semangat Tri Hita Karana, festival ini menyoroti hubungan harmonis antara (1) manusia dengan manusia, (2) manusia dengan alam dan (3) manusia dengan Tuhan, yang tercermin dalam setiap jengkal sawah Bali.

Pembukaan Subak Spirit Festival ditandai dengan Deklarasi Subak yang akan dilakukan secara virtual oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam pelestarian Subak dan keberlanjutan alam Bali. 

Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, juga akan hadir secara langsung untuk memberikan kapur sirih, menandai dimulainya Subak Spirit festival ini dengan semangat gotong royong dan pelestarian warisan leluhur.

Dibal Ranuh, kurator Subak Spirit Festival mengatakan bahwa konsep festival ini dirancang untuk mengajak pengunjung “kembali ke sawah” dan merasakan makna mendalam yang ada di sekitar persawahan. 

“Saya sengaja membuat konsep festival ini untuk mengajak penonton kembali ke sawah di sini, semua orang akan merasakan keaslian sawah dari panas mataharinya, keindahan pemandangannya, hingga kegiatan sehari-hari di sawah. Kembali ke sawah adalah kembali ke natah (rumah)," tuturnya

Sawah adalah rumah kita bersama yang harus selalu dijaga, dirawat, dan diwariskan untuk generasi-generasi berikutnya.

Subak Spirit Festival 2024 bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga sebagai panggilan untuk menghargai dan melestarikan sawah sebagai elemen penting dalam kehidupan Bali. 

"Dengan berbagai acara edukatif dan rekreatif yang memadukan alam, budaya dan inovasi, festival ini mengajak masyarakat lokal maupun wisatawan untuk bersama-sama menjaga keindahan ekosistem Bali dan nilai budaya Subak, demi masa depan yang lebih baik bagi Bali dan dunia," ungkapnya.

Sementara Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha menyebut melalui Subak Spirit Festival yang berlangsung selama dua hari (9-10/11/2024), ini sebagai langkah dan upaya menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal yang ada di Bali. 

Festival ini bukan hanya perayaan, tapi gerakan sebuah panggilan bagi generasi muda untuk kembali kepada nilai-nilai kearifan lokal, memahami budaya mereka dan memelihara subak dengan penuh kebanggaan. 

Pelestarian subak, merupakan kelestarian alam, seni budaya dan meningkatkan ketakwaan kita kepada sang pencipta. 

"Subak mengajarkan kita dengan nilai-nilai universal dengan visi besar menciptakan kedaulatan pangan yang kuat, mandiri dan keberlanjutan bagi bangsa Indonesia," ungkapnya. 

Untuk menjaga kelestarian warisan subak saat yang menghadapi tantangan besar. Mulai dari penurunan sumber air, penyempitan lahan pertanian akibat pariwisata dan ancaman bencana alam. 

Ada tujuh pendekatan holistik yang dapat dilakukan. Yakni aktivasi, budaya, ekologi, pengetahuan, olahraga, pertunjukan dan publikasi. 

Maka sebagai generasi anak bangsa perlu dilakukan  regenerasi pertanian, inovasi pertanian untuk menjaga kelestarian desa dan kebudayaan di sekitaran sistem subak. 

"Mudah-mudah dengan diselenggarakan Subak Spirit Festival di Jatiluwih kita bisa menjaga warisan subak di masa depan. Kemudian menjaga kearifan dan menjaga martabat kita sebagai bangsa yang kaya akan budaya," pungkasnya.***

 

Editor : Rosihan Anwar
#Subak Spirit Festival #giring ganesha #Wamen Kebudayaan