DENPASAR, Radarbali.id - Bali menjadi salah satu destinasi yang digemari untuk menghabiskan waktu liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), termasuk Kota Denpasar.
Berkaca di tahun 2023, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Denpasar Ida Bagus Gede Sidharta Putra ungkap okupansi hotel di Kota Denpasar mencapai 80 persen dan mendekati 90 persen pada periode Nataru.
Memasuki awal Desember 2024, okupansi hotel di Denpasar masih berada di 55 hingga 56 persen, dengan jumlah kamar sebanyak 10 ribu sampai 12 ribu. Lonjakan okupansi hotel selama Nataru 2025 diperkirakan mulai merangkak pada tanggal (18/12) hingga (20/12).
”Untuk Nataru masih kami holding di 70 sampai 75 persen. Cuma online biasanya pergerakannya cepat. Jadi kami harap 80 sampai 90 persen. Mudah-mudahan terisi 100 persen,” ujarnya.
Baca Juga: Pelabuhan Gilimanuk Jadi Fokus Utama, Jelang Nataru di Jembrana Kawasan Rawan Dipetakan
Lonjakan okupansi biasanya terjadi mendekati Natal atau setelah Natal. Di Sanur, kondisi ini diperkirakan berlangsung sampai minggu pertama atau kedua bulan Januari 2025. Pasalnya, pasar wisatawan yang bermalam di Sanur yaitu dari negara Australia serta Eropa yang masih pada masa libur panjang di awal tahun baru.
Sedangkan, di bagian kota sifatnya hanya dalam hitungan hari. ”Yang penting nyaman, orang nggak macet ke Bali, kan itu jadi faktor. Mudah-mudahan harga tiket mendorong, katanya turun,” tuturnya.
Adapun 80 persen sebaran hotel di Kota Denpasar terpusat di kawasan Sanur. Sementara 20 persen lainnya tersebar di seluruh Kota Denpasar. Anggota PHRI Denpasar hingga saat ini sudah mulai mempersiapkan konsep masing-masing untuk menyambut Nataru 2025.
Termasuk dengan melakukan promosi secara digital. ”Ini big day buat orang pariwisata, orang hotel. Di mana tamu ramai, sehingga banyak kreativitas dan program-program dikeluarkan,” kata Sidharta.
PHRI Kota Denpasar secara internal pun terus menggenjot persiapan Nataru. Seperti halnya, dengan menekankan pada aturan-aturan untuk ikut menjaga ketertiban, keamanan, kembang api, atau untuk promosi yang diselipkan di website.
”(Saya, red) berharap semua berjalan lancar, nyaman terutama dan aman. Overcrowded kadang-kadang orang tidak nyaman, biar tidak ada keributan. (Diharapkan juga, red) udara cerah pastinya,” sambungnya. ***
Editor : Made Dwija Putera