Kawasan wisata Nuanu yang berlokasi di Pantai Nyanyi, Desa Beraban Kediri Tabanan yang dikenal dengan konsep kawasan wisata pendidikan, seni, budaya alam dan kesehatan kebugaran. Kini, mulai memperkenalkan sebuah taman yang diberi nama Magic Garden.
TAMAN kreatif ini mengembangkan beberapa jenis tumbuhan tropis Indonesia. Seperti anggrek dalam sebuah ruangan green house. Kemudian dibangun sebuah kebun kupu-kupu (butterfly garden) dan juga galeri garden.
Menariknya, kawasan Nuanu seluas 44 hektare tersebut menghadirkan fasilitas taman anggrek dengan 500 jenis spesies anggrek dari berbagai belahan dunia. Bahkan dari ratusan jumlah spesies anggrek yang ditanam, ada anggrek tiger hingga anggrek bulan atau phalaenopsis amabilis.
Baca Juga: Jadi Bagian Ekosistem Nuanu, OXO Group Indonesia Luncurkan Hunian Baru Berkelanjutan
Helga Noval pengelola dari Magic Garden mengaku, secara keseluruhan budidaya tumbuhan anggrek di Magic Garden sebagian besar adalah anggrek Nusantara.
Sehingga kawasan wisata Nuanu juga bisa sebagai pusat rekreasi dan edukasi. ”Setiap tahun, terus ada penemuan baru soal bunga anggrek. Baik jenis anggrek hasil penemuan hingga adanya kawin silang dari jenis anggrek yang berbeda,” ungkapnya, Kamis (28/11).
Pihaknya juga mengembangkan anggrek tiger dan anggrek bulan. Anggrek tiger butuh bertahun-tahun untuk berbunga. Bila sudah berbunga harga lumayan tinggi.
Baca Juga: Ekspresi Eksotik Residensi 8 Perupa Seni Instalasi Indonesia Dalam Adicitta Buana di Nuanu
”Lama berbunga selama 5 tahun, kalau sisi harga di angka Rp 5 - 10 juta. Sementara harga anggrek tiger untuk pembibitan harga masih di kisaran ratusan ribu,” tuturnya.
Selain itu, juga mengembangkan anggrek bulan atau phalaenopsis amabilis. Karena anggrek ini bisa tumbuh dan berkembang dengan baik di tempat itu. Mengenai media tanam yang digunakan untuk budidaya anggrek, Helga Noval menjelaskan, media taman yang dapat digunakan seperti arang, serabut kelapa, serat pakis hingga bebatuan khusus.
”Budidaya anggrek bisa di mana saja, hanya butuh perlakuan yang berbeda ketika ditanam di kondisi panas dan sejuk,” jelasnya.
Baca Juga: Bentuk Lanskap Co-working di Bali, Nuanu Kolaborasi SETTER Gelar Wahana Kreatif Kompetisi Arsitek
Sementara Audria Evelinn selaku Head of Nuanu Nature Team mengatakan, Magic Garden adalah taman imersif yang dirancang untuk melestarikan dan merayakan keanekaragaman hayati.
Dibangun fasilitas kebun kupu-kupu, dengan program konservasi berhasil meningkatkan kelangsungan hidup yang mengesankan sebesar 20 persen untuk kupu-kupu dan capung, jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat kelangsungan hidup alami yang hanya 2 persen.
Sementara Galeri Botani menampilkan lebih dari 400 tanaman langka dan eksotis yang didapatkan secara etis, berdasarkan bimbingan dari otoritas konservasi. ”Terakhir taman anggrek (Orchid Galore) sekitar 500 spesies anggrek di Indonesia yang kami budidaya,” ungkapnya.
Bahkan rencana ke depannya, pihaknya akan menghadirkan biota lab, fasilitas penelitian yang mengeksplorasi hubungan antar spesies dalam ekosistem. ”Sehingga ke depan Magic Garden bukan hanya tentang menciptakan ruang yang indah, tetapi juga membangun hubungan yang lebih dalam antara manusia dan lingkungan,” pungkasnya. ***
Editor : Made Dwija Putera