Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Asyiknya Pantai Kedungu, Kediri, Tabanan : Andalan Sport Wisata Peselancar Pemula

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 15 Maret 2025 | 17:40 WIB
ASYIK BERMAIN SELANCAR : Pelancong bermain sufing di Pantai Kedungu, Desa Belalang, Kediri, Tabanan. (juliadi/radar bali)
ASYIK BERMAIN SELANCAR : Pelancong bermain sufing di Pantai Kedungu, Desa Belalang, Kediri, Tabanan. (juliadi/radar bali)

Keindahan Pantai Kedungu di Desa Belalang, Kediri Tabanan tidak hanya sekadar untuk menikmati sunset di sore hari. Tetapi kini Pantai Kedungu jadi daya wisata untuk para peselancar lokal dan mancanegara untuk menjajal ombak dalam olahraga surfing.

AKHIRNYA komitmen Pemerintah Desa Belalang untuk menata Pantai Kedungu berbuah manis. Pasalnya Pantai Kedungu kini mulai ramai dikunjungi wisatawan untuk berolahraga surfing khusus kalangan pemula. 

Ramai Pantai Kedungu didatangi wisatawan untuk bermain surfing itu dimulai sebenarnya sejak pandemi Covid-19. 

JASA PERSEWAAN PAPAN : Usaha jasa sewa papan surfing di Pantai Kedungu, Desa Belalang, Kediri, Tabanan. (juliadi/radar bali)
JASA PERSEWAAN PAPAN : Usaha jasa sewa papan surfing di Pantai Kedungu, Desa Belalang, Kediri, Tabanan. (juliadi/radar bali)

Bahkan salah satu Pantai Cinta (Love Beach) yang berkedekatan dengan Pantai Kedungu juga ikut ramai dikunjungi wisatawan untuk melihat sunset di sore hari. Untuk memasuki Pantai Kedungu cukup membayar tiket berikut parkir sebesar Rp 5 ribu.

Perbekel Desa Belalang I Made Mustika mengaku ramainya wisatawan yang bermain selancar sejak sekitar tiga tahun lalu persis saat pandemi Covid-19. Pantai Kedungu yang awal dibegitu dikenal luas oleh wisatawan kini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.

Penataan Pantai Kedungu berawal dari para pemuda desa yang saat zaman pandemi yang bekerja disektor pariwisata yang tidak bekerja. Namun mereka memanfaatkan waktu untuk beraktivitas surving di Pantai Kedungu. 

“Dari sana sebenarnya, termasuk Pantai Cinta (Love Beach) yang ramai dikunjungi tamu yang akan menikmati sunset. Jadi anak muda-mudi desa yang menggeraknya,” aku Mustika, Rabu (12/3/2025).

Mulai ramai dikunjungi wisawatan saat pagi hingga sore untuk menikmati bermain papan surfing.

Ini juga membuka lapangan kerja baru bagi anak-anak muda desa yang menyewa papan selancar sekaligus memberikan pelatihan praktis  surfing. 

“Kalau dulu banyak anak muda desa bermain surfing di Canggu dan Kuta sekarang mereka pulang kampung membuka usaha secara mandiri,” ungkapnya.

Kendati telah ramai dikunjungi wisatawan Pantai Kedungu, namun butuh penataan lagi khusus dari para pedagang yang pinggir pantai. Karena mereka berjualan bukan pada tanah atau aset desa milik adat dan desa dinas.

Melainkan tanah tersebut milik investor. Sehingga sampai sekarang masih pinjam pakai. 

"Ini yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR), karena menyangkut tempat usaha saat ini,” pungkasnya.  

Sementara itu salah satu pelaku usaha surfing Putu Antara mengatakan pantai Kedungu jadi sport wisata surfing tidak karena ombaknya. Ombak di Pantai Kedungu begitu bagus, tidak terlalu besar. 

Maka tidak heran olahraga surfing cocok untuk selancar pemula dan menengah. Namun bukan untuk kalangan peselancar profesional. 

"Bahkan di Pantai Kedungi sempat ada even surfing. Even tersebut bukan untuk mencari prestasi, melainkan mempromosikan Pantai Kedungu sebagai salah tujuan wisata untuk surfing," bebernya. 

Mengenai jumlah wisatawan yang bermain surfing rata-rata setiap harinya 30-50 orang wisatawan yang datang menjajal derunya ombak di Pantai Kedungu. Jika kondisi ombak bagus lebih dari itu wisatawan yang datang.

"Wisatawan yang bermain surfing dominan adalah mereka yang baru belajar atau pemula bermain surfing," tandasnya. 

Untuk jasa sewa papan selancar kepada wisatawan tembus 25 buah setiap harinya. Tergantung wisatawan bermain surfing. Untuk sewa papan selancar per season-nya manimal 2 jam dengan biaya sewa sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu.

Tidak hanya sewa papan selancar, melainkan pula mereka wisatawan kadangkala menyewa jasa pemandu surfing.

“Biasanya wisatawan yang baru belajar bermain surfing dia sewa langsung pemandu atau pelatih surfing,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#selancar #surfing #Pantai Kedungu #tabanan #wisata pantai