Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Studi Lapangan PARDAS 2025 di Gunung Payung, Komitmen Poltekpar Bali Dukung Peningkatan SDM Pariwisata Provinsi Bali

I Wayan Widyantara • Kamis, 24 Juli 2025 | 19:38 WIB
RANGKAIAN: Diklat PARDAS Tahun 2025 bagi ASN dari Dinas Pariwisata Tabanan, Bangli, dan Klungkung oleh Poltekpar Bali (24/7/2025). (Wayan Widiyantara/Radar Bali)
RANGKAIAN: Diklat PARDAS Tahun 2025 bagi ASN dari Dinas Pariwisata Tabanan, Bangli, dan Klungkung oleh Poltekpar Bali (24/7/2025). (Wayan Widiyantara/Radar Bali)

BADUNG, radarbali.jawapos.com – Politeknik Pariwisata Bali (Poltekpar Bali) kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pariwisata Dasar (PARDAS) Tahun 2025 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, Bangli, dan Klungkung.

Kegiatan ini berlangsung sejak 21 hingga 25 Juli 2025 dan menjadi salah satu langkah konkret dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata daerah.

Kegiatan lanjutan ini dilaksanakan di Gunung Payung Cultural Park, Desa Kutuh, Badung, sebagai bentuk pendalaman materi melalui metode studi lapangan.

Di lokasi tersebut, para peserta diklat mendapat pembekalan langsung mengenai praktik tata kelola destinasi wisata berbasis masyarakat serta inovasi pelayanan wisata yang diterapkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kutuh.

Direktur Utama Bumda Kutuh, Ni Luh Hepi Wiradani, SH, hadir sebagai narasumber utama dan menyampaikan materi terkait sejarah, struktur kelembagaan, serta strategi pengelolaan kawasan wisata Desa Pantai Pandawa.

Ia menyambut baik kehadiran para peserta yang melakukan kunjungan lapangan secara langsung ke lokasi destinasi wisata tersebut.

”Kami dari pengelola DTW Pantai Pandawa sangat merasa senang sekali dijadikan tempat kunjungan untuk kegiatan ini,” ujar Ni Luh Hepi, Kamis (24/7).

Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini membuka ruang untuk evaluasi dan peningkatan.

”Harapan kami, kita akan mendapatkan input-input atau ide-ide baru, karena peserta dan panitia sudah turun langsung ke DTW Pantai Pandawa, mungkin sudah melihat plus minusnya dari DTW kami," ujarnya.

”Jadi setelah kegiatan ini, kami mohon input-inputnya mungkin untuk kami lebih berbenah lagi,” imbuhnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan I Wayan Duarta, SS., M.Par, sebagai narasumber tambahan yang menekankan pentingnya integrasi antara aspek destinasi, pemasaran, dan industri dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan.

Dalam sesinya, peserta diajak untuk melakukan observasi langsung terhadap pengelolaan fasilitas, pelibatan masyarakat lokal, serta strategi promosi destinasi yang telah terbukti berhasil di Desa Kutuh.

Diskusi berlangsung aktif dan terbuka, memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan dan pengalaman antar daerah.

Salah satu peserta Diklat dari Kabupaten Bangli, I Dewa Gede Purnama Putra, mengungkapkan kesan mendalamnya setelah mengikuti studi lapangan tersebut.

”Saya sebagai peserta di Diklat PARDAS ASN tahun 2025 ini merasa sangat bersyukur karena sudah bisa merasakan pembekalan yang luar biasa bagi kami sebagai ASN,” ungkap Dewa Gede.

Ia menyoroti sistem pengelolaan destinasi wisata Pantai Pandawa yang dikelola oleh masyarakat melalui Bumda sebagai salah satu hal penting yang bisa diadopsi di daerah asalnya.

”Sistem pengelolaan yang berbasis BUMDA ini sangat menarik. Dikelola langsung oleh masyarakat, dengan sistem bagi hasil atau presentasi pendapatan kepada Bumda," sebutnya.

”Ini membuat masyarakat merasa bahwa destinasinya benar-benar menghasilkan. Pendapatan per kapita meningkat, dan ini sesuatu yang harus kami bawa pulang dan terapkan di Bangli,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan pelatihan ini tidak berhenti di tingkat dasar.

”Saya berharap kepada tim pelaksana, pelatihan ini bisa berlanjut ke tingkat lanjutan. Karena pelatihan tingkat dasar saja tidak cukup untuk menghasilkan regulasi atau kebijakan yang berkelanjutan.

Kita di Bali ingin wisata yang sustainable, maka pendekatannya juga harus berkelanjutan,” ujarnya tegas.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Pelaksana, Ni Kadek Swandewi, S.Tr.Par., M.Par., yang mewakili Ketua Pelaksana dari Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Poltekpar Bali, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

”Terima kasih atas partisipasi aktif seluruh peserta, narasumber, dan mitra yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan lanjutan ini. Ini bukan sekadar pelatihan formal, melainkan bagian dari penguatan kapasitas ASN sebagai ujung tombak pengembangan destinasi daerah,” katanya.

Swandewi juga menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual melalui pengalaman langsung di lapangan.

”Pembelajaran langsung seperti ini penting untuk menciptakan pemahaman yang kontekstual dan aplikatif. Studi lapangan ini diharapkan menjadi sumber inspirasi sekaligus referensi dalam menerapkan inovasi pariwisata berkelanjutan di daerah masing-masing,” pungkasnya.

Poltekpar Bali, sebagai lembaga pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas SDM pariwisata daerah.

Melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur akademik, pemerintah, pelaku industri, masyarakat, dan media, kegiatan ini diharapkan mampu menjembatani dunia pendidikan dan praktik di lapangan.

Dengan selesainya rangkaian kegiatan ini, Poltekpar Bali berharap peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga membawa pulang pengetahuan dan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan destinasi wisata di daerah masing-masing.

Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat jejaring antar kabupaten dalam pengembangan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan di Bali dan Indonesia. (ara)

Editor : Rosihan Anwar
#poltekpar bali #pariwisata #diklat