DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Pemagaran di jalan milik lahan Garuda Wisnu Kencana (GWK) belum terpecahkan. Meski Warga Banjar Dharma Giri, Desa Ungasan mengadu ke DPRD Bali sepekan lalu (22/9) tapi rekomendasi DPRD Bali belum dijalankan.
Ketua Perhimpunan Restoran dan Hotel Indonesia (PHRI) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana meminta supaya masyarakat diberikan ruang. Pihaknya tak dapat mengomentari terlalu jauh karena ia tidak tahu status kepemilikan lahan.
”Saya tidak tahu status jalan. Ada itu mengatakan jalan negara. Silahkan selesaikan baik kita sangat kondusif,” jelasnya kemarin (28/9/2025).
Baca Juga: Alisha Rafina Resmi Luncurkan Izin PIHK di Bali, Siap Layani Haji Khusus dengan Komitmen Profesional
Saran pria yang akrab disapa Cok Ace kembali lagi pada status, kalau tanah negara beri ruang lebih luas ke masyarakat.”Belum bisa mengomentari, berikan ruang masyarakat juga andaikan milik perorangan,” terang Mantan Wagub Bali.
Harapannya tidak warga yang mati karena tidak dapat jalan keluar. Sehingga ia meminta ada solusi supaya tidak berlarut-larut.”Di Bali tidak ada karang empet semoga ada solusi,” tuturnya.
Di lain sisi,soal akses jalan warga yang ditembok oleh manajemen Garuda Wisnu Kencana (GWK) menurut Koster ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan formal, melainkan harus dengan cara kultural yang mengedepankan harmoni dengan masyarakat.
Baca Juga: Menyedihkan! Real Madrid Dihancurkan 5-2 Oleh Atletico Madrid di Metropolitano
Koster mengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah tokoh masyarakat Ungasan, termasuk Wayan Disel Astawa yang juga Wakil Ketua DPRD Bali, serta anggota DPRD Badung, Wayan Sugita Putra.
Menurutnya, jalan yang dipermasalahkan memang sejak lama menjadi akses warga, meskipun kini berada di atas lahan yang telah dijual ke GWK.
Jika manajemen GWK kaku dengan cara-cara yang bersifat formal, Koster yakin masyarakat dan manajemen akan terus berbenturan. Masyarakat tegasnya, jangan dijadikan musuh.
”Jangan dijadikan lawan, jangan dijadikan orang yang mengganggu. Tata dia supaya menjadi baik. Kalau bermusuhan dengan masyarakat itu nggak kondusif, selamanya akan bermasalah. Jadi harus bijak,” tegasnya.***
Editor : M.Ridwan