Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Marina Internasional KEK Kura Kura Bali Mulai Dibangun, Jadi Ekosistem Yacht Pertama di Indonesia

Tim Redaksi • Jumat, 3 Oktober 2025 | 19:32 WIB
Menteri  Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana (dua dari kanan), dan Direktur Kura-Kura Bali Tantowi Yahya di KEK  pada Rabu, 1 Oktober
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana (dua dari kanan), dan Direktur Kura-Kura Bali Tantowi Yahya di KEK pada Rabu, 1 Oktober

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali mencatattonggak penting dalam percepatan realisasi investasi dengan dimulainya pembanguna Marina Internasional. Momentum ini semakin kuat dengan kunjungan kerja Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, pada Rabu, 1 Oktober.

Dia menegaskan dukungan pemerintah terhadap percepatan pengembangan kawasan untuk menjadi prototipe Destinasi Pariwisata Regeneratif.

Pekerjaan marina saat ini berfokus pada pembangunan infrastruktur bawah laut, termasuk pengendalian turbidity dengan silt curtain yang bersifat sementara, sesuai izin dan regulasi lingkungan yang berlaku, untuk memitigasi dampak lingkungan.

Ketika terealisasi, Bali akan memiliki ekosistem marina pertama di Indonesia yang diakui secara standar global, dengan kapasitas hingga 146 super yachts, membuka pintu baru bagi pariwisata maritim berkualitas.

Selain menarik yacht tourism, marina ini juga membuka lapangan kerja serta memperkuat

posisi Bali sebagai gerbang maritim Asia Pasifk dan mendukung visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Widiyanti mengatakan, “Kami baru pertama kali ke sini, luar biasa bagus sekali. Bangunan ini (UID Bali Campus) adalah bukti nyata implementasi SDGs. Juga dengan hadirnya marina ini, harapannya kawasan ini dapat menghadirkan wisatawan yang berkualitas.”

Sejak awal pembangunan KEK Kura Kura Bali telah menanam ratusan ribu pohon dan menjadi rumah bagi sekitar 160 spesies burung dari kawasan Asia Pasifk.

Dalam pengembangannya KEK Kura Kura Bali terus melibatkan warga Desa Adat Serangan dan ikut andil dalam proses transisi menuju terbentuknya Desa Wisata Serangan bersama Bappenas dan Kementerian Pariwisata.

Selain marina, proyek lain di KEK Kura Kura Bali juga tengah berjalan sesuai rencana. Sekolah ACS Bali telah menerima murid baru sejak bulan Juli lalu. The Grand Outlet Bali bersama Mitsubishi Estate telah mencapai lebih dari 50% konstruksi, dan Azur Bali (Vila Residensial) segera diluncurkan. Seluruh proyek dijaga dengan komitmen pada aspek teknis, budaya, dan kepatuhan lingkungan, dengan tetap menjaga akses ekonomi bagi para nelayan tradisional Serangan dan persembahyangan ke pura-pura yang selama ini ada.

 

KEK Kura Kura Bali dikembangkan dengan berpijak pada budaya Bali yang melibatkan masyarakat lokal, serta memastikan terjaganya lingkungan laut dan darat berjalan seiring dengan pertumbuhan investasi.

 

 Pendekatan ini sejalan dengan konsep Destinasi Pariwisata Regeneratif yang tengah didorong Pemerintah, di mana wisatawan diharapkan memberi dampak positif dan meninggalkan destinasi wisata menjadi lebih baik dibanding saat mereka tiba.

 

Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Kura Kura Bali, Tantowi Yahya, menegaskan, “Fokus kami dalam beberapa tahun ke depan salah satunya adalah pembangunan Marina Internasional sebagai bagian dari percepatan investasi di kawasan kami.Harapannya KEK Kura Kura Bali

berkembang sebagai destinasi pariwisata berkualitas yang terintegrasi, dan sejalan dengan konsep destinasi pariwisata regeneratif, berpijak pada budaya Bali, serta memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.”

 

Lebih dari sekedar menarik wisatawan, KEK Kura Kura Bali juga akan berdampingan dengan pusat penelitian, seperti International Mangrove Research Center (IMRC), hasil kerjasama Pemerintah Indonesia dan Uni Emirat Arab. Inisiatif ini diharapkan memberi nilai keberlanjutan, sejalan dengan prinsip Tri Hita Karana dan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali.

 

“Konsep pariwisata berkelanjutan dan regeneratif di kawasan ini akan menjadi magnit baru pariwisata Bali dan diproyeksikan mampu mendatangkan tambahan 1,6 juta turis setiap tahunnya serta menyerap 50,000 tenaga kerja,” tutup Tantowi.

 

Dengan berlandaskan flosof Tri Hita Karana – harmoni dengan sesama manusia, alam, dan

spiritual – KEK Kura Kura Bali terus bergerak dan diharapkan dapat menjadi contoh destinasi pariwisata regeneratif dan memberi dampak nyata bagi sekitarnya, di mana budaya tetap menjadi jiwa dari setiap langkah pembangunannya.***

Editor : M.Ridwan
#KEK Kura-kura #menteri pariwisata #Kura Kura Bali #widiyanti putri #tantowi yahya