Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pariwisata Sedang Musim Sepi , Tanah Lot Tampilkan Atraksi Budaya Okokan dan Tek-tekan untuk Tarik Kunjungan Wisatawan

Juliadi Radar Bali • Jumat, 24 Oktober 2025 | 22:58 WIB
KESENIAN KHAS TABANAN: Suasana atraksi tek-tekkan dan okokan di DTW Tanah Lot, Beraban Kediri, Tabanan. (juliadi/radar bali)
KESENIAN KHAS TABANAN: Suasana atraksi tek-tekkan dan okokan di DTW Tanah Lot, Beraban Kediri, Tabanan. (juliadi/radar bali)

 

Situasi jelang akhir tahun, dalam masa penurunan kunjungan wisatawan di musim sepi alias low season, Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot di Desa Beraban, Kediri, Tabanan, mulai menggelar atraksi budaya khas daerah. Langkah ini dilakukan untuk memikat wisatawan sekaligus memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung.

ATRAKSI  budaya yang ditampilkan menjelang matahari terbenam (sunset) adalah kesenian tradisional Okokan dan Tek-tekan.

Pertunjukan ini sengaja digelar di area DTW pada sore hari, menyambut waktu favorit wisatawan untuk menikmati pemandangan matahari tenggelam yang ikonik.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengungkapkan bahwa tujuan utama dari pertunjukan ini adalah untuk menarik kunjungan wisatawan.

"Pertunjukan atraksi ini kami hadirkan kepada pengunjung menjelang matahari terbenam. Tujuannya tak lain untuk menarik kunjungan wisatawan. Sehingga wisatawan yang datang tidak hanya untuk melihat Pura Tanah Lot, tetapi juga bisa menikmati atraksi budaya," ujar Sudiana.

Ia menambahkan, ini adalah salah satu cara strategis pengelola untuk memikat wisatawan di tengah low season, di mana tingkat kunjungan biasanya menurun.

Kunjungan Harian Turun 500-1.000 Orang

Data kunjungan pada bulan Oktober 2025 menunjukkan adanya tren penurunan. Saat ini, rata-rata kunjungan harian di DTW Tanah Lot hanya berkisar 2.000 hingga 2.500 orang. Angka ini turun signifikan dibandingkan bulan sebelumnya, September, yang rata-rata kunjungan hariannya masih bisa mencapai 3.000 orang. Kunjungan saat ini masih didominasi oleh wisatawan domestik.

Sudiana berharap pagelaran pertunjukan budaya ini dapat menjadi penunjang kunjungan wisata di tengah musim sepi yang sedang berlangsung.

"Dengan menghadirkan aktivitas budaya langsung di area wisata, kami berupaya menjaga tingkat kunjungan sekaligus memberikan nilai tambah bagi wisatawan yang datang agar tetap mendapatkan pengalaman berkesan meskipun di luar masa puncak kunjungan. Harapan kami, dengan atraksi budaya ini kunjungan akan kembali meningkat," pungkasnya.[*]

 

Editor : Hari Puspita
#tabanan #pariwisata #tanah lot #low season