Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sanggraloka Ubud, Menemukan Kemewahan Alami Sambil Melukat di Sungai Oos Ketika Eco-Luxury Tak Lagi Sekadar Tren

Tim Redaksi • Kamis, 11 Desember 2025 | 11:45 WIB
CITRA ALAMI: Patung Dewa Indra dengan kendaraannya Gajah berdiri ditengah taman Sanggraloka Ubud yang alami.
CITRA ALAMI: Patung Dewa Indra dengan kendaraannya Gajah berdiri ditengah taman Sanggraloka Ubud yang alami.

UBUD, radarbali.jawapos.com– Di tengah gempuran pariwisata Bali yang kerap dihadapkan pada dilema antara pertumbuhan cepat dan kelestarian alam, Sanggraloka Ubud hadir sebagai narasi pembeda.

Terletak di Bresela, jantung spiritual Ubud, Sanggraloka ini bukan sekadar tempat menginap, melainkan sebuah ekosistem hidup yang membuktikan bahwa kemewahan (luxury), keberlanjutan (sustainability), dan pemberdayaan masyarakat dapat tumbuh bersama.

Sejak soft opening pada Oktober lalu, Sanggraloka Ubud telah mencatat performa awal yang mengesankan dengan okupansi rata-rata 58-62 persen, dan menargetkan peningkatan hingga 65-70 persen menjelang akhir tahun. Menariknya, strategi ini bukan dibangun di atas diskon agresif, melainkan melalui penguatan pengalaman otentik dan program wellness yang mendalam.

GAYA HIDUPSEHAT: Sebuah program wellness Yoga ditengah bentang alam segar Sanggraloka Ubud Gianyar
GAYA HIDUPSEHAT: Sebuah program wellness Yoga ditengah bentang alam segar Sanggraloka Ubud Gianyar

Bagi wisatawan modern, ketenangan dan pemulihan diri adalah mata uang baru. Sanggraloka Ubud menjawab kebutuhan ini dengan serangkaian program yang terintegrasi langsung dengan keindahan alam sekitarnya:

Pendekatan ini selaras dengan tren global, terutama di Asia, yang kini menjadi tujuan utama bagi retreat dan perjalanan pemulihan diri (wellness retreat). Laporan Booking Sustainable Travel Report 2024 juga memperkuat fakta bahwa luxury traveler semakin memprioritaskan perjalanan yang memberikan dampak positif bagi komunitas lokal dan selaras dengan alam.

Keberhasilan Sanggraloka tidak hanya tercermin dari tingkat hunian, tetapi juga dari struktur pendapatannya yang unik. Ini adalah bukti bahwa pengalaman bernilai tinggi (high-value experience) dapat melampaui akomodasi semata:

“Kami percaya bahwa pariwisata tidak harus memilih antara pertumbuhan dan keberlanjutan. Sanggraloka membuktikan bahwa bisnis yang dijalankan dengan menghormati alam dan budaya justru menciptakan loyalitas tamu, nilai ekonomi yang lebih kuat, dan hubungan jangka panjang dengan komunitas,” kata I Wayan Lanus, Direktur dan Partner Sanggraloka Ubud, di sesi Konferensi Pers Rabu, 10 Desember 2025.

BERANDA SURGA: Salah satu kamar resort yang mewah di Sangraloka Ubud
BERANDA SURGA: Salah satu kamar resort yang mewah di Sangraloka Ubud

Di balik citra kemewahan, Sanggraloka menjalankan komitmen lingkungan dan sosial yang terukur, sejalan dengan kerangka GSTC (Global Sustainable Tourism Council) dan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance):

Komitmen ini tidak hanya memenuhi ekspektasi pasar, tetapi juga memperkuat daya saing dan stabilitas bisnis jangka panjang. Sanggraloka Ubud hadir sebagai contoh model hospitality masa depan yang berhasil menyehatkan tanah, memberdayakan masyarakat, dan menjaga warisan budaya Bali tetap hidup, menjadikannya luxury resort pilihan terbaik di Bali yang bertumbuh tanpa melepaskan akarnya.***

Editor : M.Ridwan
#melukat #resort dan vila #Sanggraloka Ubud #kemewahan alami