DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Merebaknya virus Nipah di India jadi isu trending dalam sepekan terakhir. Tak terkecuali di Bali. Pasalnya India merupakan pasar tertinggi kedua setelah Australia.
Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) kunjungan wisman ke Bali 2025, jumlah terbanyak secara berurut Australia, India, Tiongkok, Inggris dan Malaysia.
Menanggapi isu ini, Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana menegaskan, isu virus Nipah di India sejauh ini belum mempengaruhi jumlah kedatangan turis India di Bali.
“Belum, belum ada real cancelation turis India ke Bali. Misal tiba-tiba cancel karena sakit itu tak ada,” tegas tokoh pariwisata Bali yang akrab disapa Gus Agung, ini.
Meski begitu pihaknya tetap monitor laporan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) apakah Bali perlu kewaspadaan atau tidak.
“Saya kira sejak Covid-19 itu sudah integrated kok, pengalaman itu kita pakai, tak perlu ada pembatasan, kita koordinasi terus,” tukasnya, menekankan.
Namun pihaknya mengakui jumlah kunjungan menurun di akhir tahun 2025. Bukan karena isu penyakit. Tapi lebih karena factor cuaca ekstrem yang memicu bencana hidrometereologi.
Thailand merupakan negara pertama di Asia tenggara yang merespons langsung isu virus Nipah dengan melakukan skrining kesehatan lalulintas wisatawan.
Seperti dilketahui, pemerintah Barasat, Benggala Barat, India mengummkan adanya inveksi virus Nipah pada sedikitnya 180 warga pada 25 Januari 2026 lalu.
Virus ini dpicu kalong atau kelelawar dan hewan inveksus lainnya.***
Editor : M.Ridwan