Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dampak Perang Amerika -Israel Mengeroyok Iran : Libur Panjang Nyepi -Lebaran Tak Sesuai Ekspektasi, Okupansi di Bali Hanya Naik 5 Persen

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 25 Maret 2026 | 07:25 WIB

ilustrasi turis cancel ke Bali.(gambar digital gemin i/radar bali)
ilustrasi turis cancel ke Bali.(gambar digital gemin i/radar bali)

DENPASAR, Radar Bali.id – Rentetan libur panjang (long weekend) serangkaian Hari Raya Nyepi Saka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah ternyata tidak memberikan dampak signifikan terhadap tingkat hunian kamar (okupansi) hotel di Bali.

Meski terjadi kenaikan pasca-Nyepi, angkanya dinilai masih di bawah harapan para pelaku pariwisata.

Baca Juga: Inilah Paradoks Pariwisata Bali 2025: Kunjungan Turis Naik, Tapi Okupansi Hotel Justru Anjlok

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, mengungkapkan bahwa kenaikan okupansi selama masa liburan ini hanya menyentuh angka sekitar 5 persen.

Baca Juga: Ngeri! Imbas Perang AS-Israel vs Iran, Penumpang Tujuan Timur Tengah Kebingungan, Okupansi Villa Merosot, Begini Kata Rai Mantra

"Jika sebelumnya okupansi berada di kisaran 55–60 persen, saat ini meningkat ke angka 60–65 persen," ujar pria yang akrab disapa Cok Ace tersebut, Selasa (24/3).

Peningkatan hunian ini pun terpantau tidak merata. Peningkatan terbesar masih terpusat di kawasan wisata "tradisional" seperti Nusa Dua, Seminyak (Badung), Sanur (Denpasar), dan Ubud, Gianyar.

Dampak Perang Keroyokan Amerika-Israel-Nato

Tren positif ini diprediksi tidak akan bertahan lama. Mantan Wakil Gubernur Bali ini menjelaskan, lesunya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) saat ini sangat dipengaruhi oleh situasi geopolitik global, terutama konflik yang masih membara di Timur Tengah, setelah Amerika Serikat, Israel dan negara-negara NATO mengeroyok Iran, sejak Sabtu,28 Februari 2026 tersebut.

Menurut Cok Ace, wilayah Timur Tengah merupakan hub atau pusat transit yang sangat krusial bagi wisatawan asal Eropa yang hendak menuju Bali. Terganggunya jalur penerbangan di wilayah tersebut memukul jumlah kunjungan pasar andalan Bali.

"Tahun ini peningkatan tidak sesuai harapan sebagai dampak kondisi di Timur Tengah. Padahal, memasuki April dan Mei biasanya ada lonjakan karena libur Paskah. Namun, kondisi global saat ini cukup menekan pasar Eropa," pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#pariwisata #perang Iran Amerika Serikat #bali #kunjungan wisman #okupansi hotel