KARANGASEM, radarbali.jawapos.com – Bali tidak hanya soal pantai dan beach club. Di sisi timur Pulau Dewata, tepatnya di Desa Sibetan, Kabupaten Karangasem, terdapat sebuah surga hijau yang menawarkan pengalaman wisata berbeda.
Dikenal sebagai penghasil salak terbesar di Bali, Agrowisata Salak Sibetan kini menjadi destinasi favorit bagi pelancong yang mencari ketenangan dan edukasi alam.
Berada di ketinggian sekitar 400–600 meter di atas permukaan laut, Desa Wisata Sibetan menyuguhkan udara sejuk dengan hamparan kebun salak seluas ratusan hektar yang rimbun.
Bagi kamu pecinta eco-tourism, simak ulasan lengkap mengenai daya tarik Agrowisata Salak Sibetan berikut ini.
Daya Tarik Utama: Petik Salak Langsung dari Pohon
Aktivitas paling populer di sini adalah wisata petik salak. Pengunjung diajak menyusuri jalan setapak di tengah perkebunan yang asri ditemani oleh pemandu lokal.
Desa Sibetan memiliki varietas salak yang sangat unik, di antaranya:
· Salak Gula Pasir: Varian primadona dengan rasa yang sangat manis, renyah, dan daging buah yang tipis.
· Salak Nenas: Memiliki aroma harum khas buah nanas dengan rasa manis asam yang segar.
· Salak Putih: Dikenal dengan warna daging buah yang sangat putih bersih.
Inovasi Kuliner: Dari Wine Salak hingga Manisan
Masyarakat Desa Sibetan sangat kreatif dalam mengolah hasil buminya. Tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar, hasil panen salak juga diolah menjadi berbagai produk UMKM berkualitas tinggi yang bisa dijadikan oleh-oleh khas Bali, seperti:
· Wine Salak: Minuman fermentasi khas Sibetan yang sudah menembus pasar internasional.
· Kopi Salak: Terbuat dari biji salak yang disangrai, dipercaya memiliki khasiat kesehatan.
· Manisan dan Keripik Salak: Camilan renyah dengan rasa otentik buah salak.
Aktivitas Seru di Desa Wisata Sibetan
Selain berkebun, wisatawan juga dapat menikmati berbagai kegiatan menarik lainnya:
Trekking & Hiking: Jalur pendakian ringan dengan pemandangan Gunung Agung yang megah di latar belakang.
Belajar Menganyam: Mengikuti workshop singkat membuat kerajinan tangan dari daun pohon salak.
Wisata Edukasi: Mengenal siklus hidup pohon salak, mulai dari penyerbukan hingga masa panen.
Panduan Wisata ke Agrowisata Salak Sibetan
Lokasi : Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem, Bali
Waktu TempuhSekitar 2 jam dari Denpasar / 1,5 jam dari Ubud
Waktu Terbaik: Musim panen raya (Desember - Februari)
Fasilitas : Area parkir, warung lokal, pemandu wisata, homestay
Tips Berkunjung ke Sibetan
Agar perjalanan lebih berkesan, perhatikan beberapa tips berikut:
Gunakan Pakaian Nyaman: Gunakan sepatu kets atau sandal gunung karena jalur di kebun bisa sedikit licin dan berduri.
Bawa Kamera: Pemandangan hijau dengan latar perbukitan Karangasem sangat instagrammable.
Dukung Ekonomi Lokal: Belilah produk olahan salak langsung dari petani lokal untuk membantu keberlangsungan agrowisata.
Agrowisata Salak Sibetan bukan sekadar tempat wisata, melainkan simbol harmoni antara manusia dan alam.
Jika merencanakan liburan ke Bali tahun 2026, pastikan Karangasem masuk dalam daftar destinasi wajib kunjungmu. ***
Editor : M.Ridwan