MANGUPURA, Radar Bali.id – Industri Food and Beverage (FnB) di Bali didorong untuk tidak lagi sekadar menjadi penonton di rumah sendiri.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali meminta sektor perhotelan dan pariwisata lebih masif menggunakan hasil pangan lokal demi menciptakan pariwisata yang berkualitas dan bermartabat.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Wayan Sumarajaya, dalam pembukaan pameran dagang internasional Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2026 di Nusa Dua, Selasa (28/4). Menurutnya, potensi kuliner lokal sangat besar untuk bersaing secara global asalkan mendapatkan wadah yang tepat.
"Masyarakat lokal sudah kita bina agar produk mereka organik dan berkualitas. Saya minta penyelenggara pameran ke depannya lebih banyak memajang produk lokal seperti buah-buahan dan arak Bali, agar bisa masuk dengan baik ke hotel-hotel berbintang," harap Sumarajaya.
Pameran FHTB 2026 sendiri menjadi magnet besar bagi industri perhotelan dengan menghadirkan lebih dari 200 perusahaan eksibitor dari 14 negara. Portfolio Director FHTB, Meysia Stephanie, menyebut kehadiran jenama global seperti UNOX dan Sango Ceramics menunjukkan optimisme kuat terhadap pasar Bali.
Tak hanya pameran, ajang ini juga dimeriahkan dengan kembalinya Dewata Gastronomy Challenge setelah vakum selama delapan tahun. Kompetisi ini bertujuan mengasah talenta koki muda Bali di bawah penilaian ketat juri bersertifikasi World Chef.[*]
Editor : Hari Puspita