Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Health Tourism Community Empowerment: ICDP 2026 Satukan Pakar Lintas Negara Bahas Masa Depan Wisata Kesehatan Indonesia

Admin Radar Bali • Jumat, 26 Juni 2026 | 20:31 WIB
WORKSHOP: Bahasan tentang Health Tourism berlangsung interaktif dan diminati peserta. 
WORKSHOP: Bahasan tentang Health Tourism berlangsung interaktif dan diminati peserta. 

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kegiatan lanjutan International Community Development Program (ICDP) 2026 yang di dukung penuh WUACD UNAIR secara luring pada hari Senin (22/06/2026) di Ruang Sidang Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. 

Kegiatan ini berbentuk workshop series yang menghadirkan sejumlah akademisi internasional maupun nasional dan expert bidang health & wellness tourism untuk mempertemukan, mendiskusikan pemikiran strategis, bukti ilmiah, dan kolaborasi lintas sektor untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi health dan wellness tourism unggulan.

MITRA GLOBAL: Kolaborasi lintas sektor untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi health dan wellness tourism unggulan.
MITRA GLOBAL: Kolaborasi lintas sektor untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi health dan wellness tourism unggulan.

Dr. dr. Niko Azhari Hidayat, SpBTKV,SubspVE(K).,FIATCVS. Ketua ICDP 2026 serta Founder Medical Tourism Indonesia hadir untuk memberikan sambutan dalam rangkaian lanjutan kegiatan ICDP 2026.

Dokter Niko Azhari menegaskan bahwa kegiatan ICDP 2026 bertajuk “Health Tourism Community Empowerment” ini berkomitmen mempertemukan mitra global untuk memperkuat jaringan akademik dan rumah sakit, mendorong pariwisata kesehatan berkelanjutan, serta memberdayakan komunitas melalui kolaborasi, inovasi, dan berbagi pengetahuan. 

Kemudian dilanjutkan sambutan oleh dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes. Ketua Bali Medical Tourism Association (BMTA).

Workshop series health tourism ini terbagi dalam 2 sesi dan berjalan dengan interaktif.

Pemaparan diawali oleh Dr. dr. Made Kurnia Widiastuti Giri, S.Ked., M.Kes. dosen FK UNDIKSHA dengan topik Aqua Yoga: The Art of Wellness in Water. 

Kemudian, pemaparan oleh Professor. Dr. Mansor Bin Abu Talib, FASc., dosen UCSI dengan topik Trust, Credibility & Ethics in Health Tourism Communication dan dilanjutkan pemaparan oleh Prof. Dr. Ilham Santosa, MPA., PhD. dosen UniKL dengan topik Data Driven UX Design for Cross Border Health Consumers.

Pemaparan berikutnya oleh Dr. dr. Made Agus Hendrayana, S.Ked., M.Ked. Ketua Travel.Medicine FK UNUD dengan topik Quality Assurance, Risk Management & Patient Safety in Medical Tourism & Travel Medicine serta pemaparan oleh Dr. Tri Novia, S.Kep., Ners., MM.,M.I.Kom. Indonesia Health Training Center dengan topik From Research to Market: Strategic Communication Across the Innovation.

Pada sesi kedua workshop series masih memaparkan materi yang tidak kalah penting dan menarik.

Pemaparan sesi kedua diawali oleh dr. Tanjung Subrata, MRepro, AIFO-K, ABAARM. dosen FKIK UNWAR dengan topik Health Tourism & Medical Wellness Competency. 

Kemudian dilanjutkan pemaparan oleh Dr. Anak Agung Gde Satia Utama, SE., M.Ak., Ak., CA. Dosen FEB UNAIR dengan topik Combating Vaccine Misinformation: How The Public Responds To Anti-Vaccine Influencer On Social Media serta dilanjutkan pemaparan oleh Prof. Dian Yulie Reindrawati, S.Sos., MM, PhD. Dekan FV UNAIR dengan topik Integrating Herbal Medicine into Evidence-Based Wellness Models. 

Pemaparan selanjutnya oleh Prof. dr. I Made Ady Wirawan, S.Ked., MPH., Ph.D. Wakil Dekan FK UNUD dengan topik Medical Tourists as a Special Population in Travel Medicine serta dilanjutkan pemaparan oleh Nurdin Maharyanto, S.M.Medical Tourism Indonesia dengan topik Evidence Based Digital Trust Building in Health Tourism.

Pemaparan terakhir oleh Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.OG., Subsp.F.E.R. Dekan FK UNUSA dengan topik Medical Tourism and IVF: Clinical Perspective, Technology, and Regulations in the Context of Indonesia Medical Tourism serta dilanjutkan pemaparan oleh Dr. Suko Widodo, Drs., M.Si. Dosen FISIP UNAIR dengan topik Health Tourism dan Komunikasi.

Setiap sesi workshop series ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanggung jawab. 

Adapun ringkasan dari workshop series health tourism ini adalah menjalankan program health tourism baiknya mengutamakan market dalam negeri terlebih dahulu, jikalaupun ada yang datang dari luar Indonesia itu merupakan suatu bonus serta fokus dalam menciptakan layanan yang unggul.

Kemudian dalam mewujudkan health dan wellness tourism yang paripurna dibutuhkan bergerak bersama dan kerjasama dengan ekosistem yang telah berkembang di masa kini.

Kegiatan ICDP 2026 ini didukung oleh Kemdiktisaintek, LPDP, Universitas Airlangga, WUACD Unair, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa dan Medical Tourism Indonesia. 

Kemudian, kegiatan ICDP 2026 akan dilanjutkan dengan visit and discussion in health tourism strategy pada hari Selasa (23/06/2026) di tiga tempat berbeda yaitu Bali International Hospital, RS Mata Bali Mandara dan Health Hub Bali.

Selain itu, rangkaian kegiatan ICDP 2026 ini disambut antusias oleh dosen, mahasiswa, dokter, tenaga kesehatan, komunitas, dan industri pariwisata serta diharapkan menjadi pijakan bagi diskursus yang lebih komprehensif mengenai potensi Health dan Wellness Tourism di Indonesia.

Selain itu, melalui kegiatan International Community Development 2026, diharapkan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Yaitu Pengentasan Kemiskinan (#1) dan Pekerjaan Layak serta Pertumbuhan Ekonomi (#8), dengan tujuan memperbaiki perekonomian melalui kegiatan bisnis pariwisata kesehatan yang melibatkan peran aktif UMKM, seperti contoh di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang kesehatan di Sanur, Bali.

Selanjutnya, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) lain yang turut disasar adalah Kemitraan

untuk Mencapai Tujuan (#17) dan Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan (#3), dengan tujuan memastikan dampak kolaborasi dengan mitra akademis dan industri wisata kesehatan.

Program ini diharapkan dapat terus berlanjut melalui partisipasi aktif berbagai pihak.

Masyarakat dan pelaku industri yang ingin berkontribusi dapat bergabung dengan Ekosistem Health Tourism Indonesia melalui laman resmi Healthtourism.id. (tis)

Editor : Rosihan Anwar
#International Community Development Program (ICDP) #WUACD UNAIR #workshop health & wellness tourism