Salah satu wisudawan, yakni I Wayan ‘Gendo’ Suardana tampak bingung dan kecewa dengan format tentang pemindahan tali toga. Dimana, yang biasanya tali toga ini dipindahkan oleh rektor, namun kali ini dilakukan oleh masing-masing wisudawan dari bangku duduknya.
“Sekarang wisuda rektornya nggak mindahin tali toga ke semua peserta. Padahal kan itu prosesi yang ditunggu,” kata Gendo kepada radarbali.id pada Minggu (4/12/2022).
Gendo yang baru saja menyelesaikan S2 di bidang Magister Hukum ini mengaku kecewa, karena format wisuda yang dilakukan oleh pihak kampus. Ia menduga, hal ini tak lepas dari efek pasca pandemic Covid 19.
Baginya, ada prosesi ‘sakral’ dan dinantikan yang terlewatkan oleh para wisudawan. Lucunya, kata Gendo, setelah proses tali toga dipindahkan, wisudawan diminta untuk maju ke panggung dan kemudian bersalaman dengan rektor.
“Emang sih wisudawan tetap ke panggung salaman sama rektor dalam rangka rektor ngasi ucapan selamat tapi kenapa gak sekalian saja mindahin tali toga dari kiri ke kanan topi toga?,” tanyanya.
“Buat apa sih salaman ama rektor untuk ucapan selamat dan ngambil ijasah. Justru yang “sakral” kan saat rektor mindahin tali topi toga. Nah sekarang ini pake perwakilan ke panggung dari masing-masing fakultas dan program studi. Yang wakil-wakil itu baru dipindahin rektor, setelah usai baru semua peserta dari kursi mindahin sendiri tali topi toga. Lah ini wisudawan apa rektor sih?,” sindirnya. (ara/rid)
Editor : M.Ridwan