Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

SPS dan FKG Unair Edukasi Cegah Stunting di Desa Kaliasem-Buleleng

Rosihan Anwar • Selasa, 19 September 2023 | 22:53 WIB

 

PENGMAS: Unair menerjunkan dosen dan mahasiswa di desa Kaliasem, Buleleng, 8-9 Juli 2023. (SPS UNAIR UNTUK RADAR BALI)
PENGMAS: Unair menerjunkan dosen dan mahasiswa di desa Kaliasem, Buleleng, 8-9 Juli 2023. (SPS UNAIR UNTUK RADAR BALI)

BULELENG, Radar Bali – Untuk mendukung Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia, sebagaimana tercantum dalam Perpres 72 tahun 2021, Universitas Airlangga (Unair) menerjunkan dosen dan mahasiswa ke desa Kaliasem, kabupaten Buleleng, Bali, pada tanggal 8-9 Juli 2023.

Kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) yang bertajuk “Edukasi Gizi dan Kesehatan Rongga Mulut Bagi Wanita Usia Produktif Sebagai Upaya Pemutusan Mata Rantai Stunting” tersebut merupakan kolaborasi civitas akademika Sekolah Pascasarjana (SPS) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unair.

Dalam sambutannya, Pemangku Mangku Made Suarnaya selaku pemuka agama, menyampaikan apresiasi dan harapan kepada masyarakat peserta pengmas agar dapat menerima dan menerapkan materi yang didapat untuk mendukung pengentasan stunting.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Tetua Adat Dadia Tutuan, desa Kaliasem, Wayan Wardana.

Kegiatan hari pertama pengmas berfokus pada edukasi. Pentingnya optimalisasi gizi bagi wanita usia reproduktif disampaikan oleh Dr. Ni Luh Ayu Megasari, dosen Program Studi S2 Imunologi SPS Unair.

Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa wanita dengan status gizi kurang atau buruk, akan berisiko melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Anak yang terlahir dengan status gizi kurang baik akan lebih berisiko mengalami stunting dibandingkan anak dengan status gizi baik.

Karenanya, sangat ditekankan pentingnya wanita usia reproduktif untuk menjaga status gizi normal melalui perilaku makan yang baik dan gaya hidup yang sehat.

Edukasi terkait kesehatan rongga mulut disampaikan oleh drg. I Komang Evan Wijaksana, Sp.Perio(K), dosen Departemen Periodonsia FKG Unair. Beliau menggaris bawahi dampak periodontitis pada masa kehamilan terhadap risiko melahirkan anak BBLR ataupun lahir prematur.

Karenanya, penting bagi wanita untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, tidak hanya pada masa kehamilan, tetapi juga pada masa pra-konsepsi, untuk dapt melahirkan generasi dengan status gizi optimal.

Di hari kedua, dilakukan pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan), serta pemeriksaan kesehatan umum yang meliputi pengukuran tekanan darah, dan pemeriksaan kadar gula darah serta kadar hemoglobin.

Tiga mahasiswa S2 Imunologi yang turut terjun, dr. Noer Halimatus Syakdiyah, Lia Cahya Sari, S.Tr.Kes, dan Inas Hasna Azizah, S.Tr.AK, berperan aktif melaksanakan kegiatan pemeriksaan tersebut.

Selain berfokus pada wanita usia reproduktif yang menjadi sasaran utama pengmas, animo yang tinggi memungkinkan tim untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. (rba/han)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#kampus #Universitas Airlangga Surabaya #Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi