BADUNG, Radar Bali – Universitas Bali Internasional (UNBI) menggelar Wisuda Ke-5 di The Westin Resort Nusa Dua Bali, Badung, pada Kamis, 26 Oktober 2023.
Perguruan Tinggi Swasta yang beralamat di Jalan Seroja, Gang Jeruk, Kelurahan Tonja Denpasar Utara, Bali itu terus berkomitmen mencerdaskan kehidupan anak bangsa dengan meluluskan wisudawan yang siap diserap oleh dunia kerja.
Rektor UNBI Prof. Dr. Dr. I Made Bakta, Sp.PD(KHOM) menerangkan, UNBI melaksanakan wisuda untuk beberapa program studi yang melaksanakan ujian kompetensi. Salah satunya Teknik Elektromedik.
“Itu bagus sekali. Semua yang ikut ujian kompetensi lulus, sehingga dengan demikian mereka langsung bisa bekerja. Itu yang menandai keistimewaan wisuda kali ini,” ujar Prof Bakta.
Mantan Rektor Universitas Udayana (Unud) tersebut merinci wisudawan yang diwisuda kali ini berjumlah 161 orang Sarjana (S1) dan 17 orang Sarjana Terapan (D4).
Para wisudawan ini berasal dari dua fakultas, yakni 170 orang dari Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, tepatnya Sarjana (S1) Program Studi Administrasi Rumah Sakit (15 orang), Sarjana (S1) Program Studi Farmasi Klinis (91 orang), Sarjana (S1) Program Studi Fisioterapi (12 orang), Sarjana (S1) dari Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (4 orang), Sarjana (S1) Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan (14 orang), Sarjana (S1) Program Studi Teknologi Laboratorium Medik (17 orang), Sarjana Terapan (D4) dari Program Studi Teknologi Laboratorium Medis (4 orang), dan Sarjana Terapan (D4) dari Program Studi Teknik Elektromedik (13 orang).
Sementara itu dari Fakultas Bisnis Sosial Teknologi dan Humaniora UNBI diwisuda 8 orang Sarjana (S1) dari Program Studi Psikologi.
“Total jumlah wisudawan 178 orang. Lulusan terbaik pada Wisuda ke-5 Universitas Bali Internasional yakni berasal dari Program Studi S1 Kesehatan dan Keselamatan Kerja atas nama Dwiastutik Listiantari, S.Kes dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3.97,” imbuh Prof Bakta.
Dia juga berharap para lulusan UNBI menunjukkan kualitas terbaik di dunia kerja dan mampu menerapkan ilmunya.
Juga harus terus meningkatkan kualitas sehingga outcome-nya menjadi lebih baik. Sebagian dari tracer study kami menyatakan bahwa sekitar 30 persen dari lulusan UNBI sudah terserap di lapangan kerja dengan waktu tunggu selama 3 bulan. Sekitar 50 persen dalam waktu 6 bulan.
Prof Bakta juga menegaskan, UNBI berkomitmen meningkatkan kualitas melalui akreditasi. Sejauh ini terangnya 4 program studi UNBI mengantongi akreditasi baik sekali.
“Kami ingin semua program studi UNBI berakreditasi baik sekali. Sekarang baru 4. Yang lain-lainnya masih kita usahakan. Kami siap meningkatkan kualitas melalui SDM berkualitas. Kami dorong dosen-dosen kami untuk menempuh pendidikan doktoral,” tandasnya. (han)
Editor : Rosihan Anwar