SUKASADA, radarbali.id – Sekolah Dasar Muhammadiyah 4 Denpasar bersama Komite kembali merealisasikan bakti sosial (baksos). Kali ini menyantuni sedikitnya 70 anak yatim dan duafa santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Iman Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng, Sabtu (16/12/2023).
Rombongan diterima langsung Pimpinan Ponpes Al-Iman Pegayaman, KH. I Nengah Sururuddin, di beranda Masjid setempat.
Pimpinan rombongan/Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4 Denpasar, Agus Ekhwan, S.PdI didampingi Ketua Komite Muhammad Ridwan, S.Pd., mengatakan bahwa baksos merupakan program rutin menyasar lokasi-lokasi secara bergiliran di seluruh Bali.
Disebutkan Agus Ekhwan, setiap tahun baksos SD Muhammadiyah 4 menyasar banyak lembaga pendidikan khususnya pondok pesantren yang memerlukan bantuan berdasar hasil survei.
“Baksos ini hasil kerjasama sekolah dengan Komite, dan tahun 2023 ini kami datang di Ponpes Al-Iman Pegayaman Sukasada Buleleng ini untuk berbagi dengan santri-santri,” ungkap Agus Ekhwan.
Sumbernya sebut Agus Ekhwan, yaitu dari donasi dan hasil usaha yang dihimpun dari kegiatan sekolah seperti Market Day dan Barbekyu (barang bekas layak laku). Ditambahkan, bantuan kali ini berupa paket sembako, sandang dan uang tunai.
Sementara itu Pimpinan Ponpes Al-Iman KH. I Nengah Sururuddin didampingi pengurus Ustadzah Elly, menyambut baik dengan riang gembira. Kebetulan pada saat rombongan tiba di lokasi para santri sedang shalat dhuha berjamaah.
Menurut Sururuddin, ponpes Al-Iman berdiri tahun 1988 dan saat ini memliki 178 santriwan dan santriwati.
”Sejak awal berdirinya pondok pesantren ini memang untuk menampung anak-anak putus sekolah, baik anak yatim dan duafa, sehingga kami berikan pendidikan gratis,” ungkap KH Sururuddin, yang mengundang haru hadirin yang memenuhi masjid.
Bahkan awalnya kata Pak Kyai Sururuddin, para pengajar juga hanya beramal alias tidak digaji. Namun, seriring waktu ada donatur yang bisa membantu memberikan upah bagi para pengajar.
Pendidikan gratis itu menurutnya, dilakukan secara konsisten sejak awal berdiri hingga sekarang. Lantas dari mana sumber dana pembiayaan pendidikan?.
Kyai Sururuddin menyebut, sumber dana pendidikan selain dari donasi yang masuk juga dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) program pemerintah.
Kebetulan jelasnya, Ponpes Al-Iman dibawah naungan Yayasan Birrul Walidhain sehingga memungkinkan menerima bantuan operasional dari pemerintah.
Meski diakui, hingga saat ini yang eksis di Ponpes ini pendidikan jenjang RA (raudhatul athfal) atau pendikan TK pra sekolah dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).
”Alhamdulillah, kami menyampaikan banyak terimakasih kepada keluarga besar SD Muhammadiyah 4 Denpasar, hanya doa keberkahan yang dapat kami balaskan atas kebaikan ini,” ungkap Sururuddin yang kemudian memimpin doa.
Menariknya, kahadirang rombongan juga mendapat suguhan hiburan gema sholawat dari santriwan dan santriwati Ponpes Al-Iman Pegayaman. ***
Editor : M.Ridwan