DENPASAR, radarbali.id - SMA dan SMK Bali Mandara sebelumnya direncanakan untuk kembali ke pola pendidikan ketika awal didirikan. Hal ini disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya pada Senin (19/2/2024) lalu.
Untuk diketahui, pola layanan pendidikan SMA Bali Mandara yang awalnya menggunakan sistem asrama diubah oleh Gubernur Bali sebelumnya, Wayan Koster menjadi sekolah reguler.
Koster saat itu beralasan banyak siswa yang tidak dapat bersekolah di SMA Bali Mandara dan menurutnya harus mendapat perhatian dari pemerintah.
Baca Juga: Longsor di Jatiluwih Tabanan Dinilai Menjadi Noda dalam Pelestarian Subak
"Saya berencana akan kembali melanjutkan pola pendidikan SMA dan SMK Bali Mandara. Karena salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan dan kebodohan adalah melalui pendidikan untuk anak-anak," paparnya.
Terlebih dengan syarat untuk masuk ke SMA Bali Mandara yaitu berasal dari keluarga yang kurang mampu.
Sehingga mereka memiliki keinginan untuk mengubah martabat keluarganya dan berbekal kemampuan akademis ketika lulus.
Baca Juga: Usai Dicurhati Warga, Polres Klungkung Gencarkan Patroli Malam, Ternyata Ini Penyebabnya
Hingga saat ini, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa ungkap pihaknya masih menunggu keputusan dari pusat.
"Belum, belum ada (pembahasan lebih lanjut, red). Masih menunggu keputusan dari pusat. Nanti kan kita dengan tim Depdagri," tuturnya, kemarin (18/3).
Pasalnya perubahan dari mulai sekolah khusus, ke asrama, kemudian menjadi sekolah reguler, hingga akhirnya akan dikembalikan nke sistem sekolah asrama harus sepengetahuan Depdagri. Sekaligus harus ada rekomendasi lagi.
Baca Juga: Menikmati Pentas Barong dan Keris Guwang, yang Dikelola Desa Adat dan Memberdayakan Warga Desa Gianyar
Pihaknya pun sudah sempat berdiskusi dengan Depdagri terkait mendapatkan rekomendasi atau tidak. Namun suratnya hingga saat ini diakuinya belum turun.
"(Tahun ini, red) belum tahu saya ini dari Depdagri gimana. Sinyalnya belum tahu. Kalau ada pasti saya inikan," kata Boy.
Sementara terkait dengan lulusan SMP, tahun ini tercatat sekitar 65 ribu siswa yang akan lulus di Provinsi Bali. Kursi di SMA negeri maupun swasta pun masih bisa menampung tamatan tahun ini.
Baca Juga: Duh, Belum Sebulan Pelanggan PDAM Karangasem Sudah Kesulitan Air, Ini Penyebabnya
"Masih mencukupi kursinya, negeri ataupun swasta. Masih pakai zonasi SMA/SMK, sama seperti tahun sebelumnya nggak ada perubahan sama sekali," sambungnya.***