SINGARAJA, Radar Bali.id – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng meminta SDN 2 Pelapuan segera melapor ke dinas terkait masalah krisis bangku belajar di sekolah tersebut.
Disdikpora berjanji akan berupaya memfasilitasi penyediaan bangku belajar di sekolah tersebut.
Sebelumnya SDN 2 Pelapuan di Kecamatan Busungbiu terpaksa menggunakan bangku plastik untuk sarana belajar siswa. Sekolah tidak mampu membeli bangku kayu, gara-gara dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang terbatas.
Sekretaris Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan, pihaknya masih melakukan penelusuran terkait hal tersebut. Menurut Surya, dari sisi tenaga kependidikan sebenarnya jumlah guru di sekolah tersebut sudah sangat memadai.
Dari 7 orang tenaga pendidik yang ada di sana, sebanyak 6 orang diantaranya telah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Sementara seorang lagi berstatus sebagai tenaga honorer. Itupun baru diangkat pada bulan Oktober 2022.
Surya mengatakan, terkait dengan kondisi sarana prasarana yang ada di SDN 2 Pelapuan, pihaknya meminta pihak sekolah melaporkan kebutuhan sarana prasarana.
Menurutnya Disdikpora Buleleng memiliki anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) pendidikan yang bisa digunakan untuk membeli senderan maupun bangku.
“Silahkan nanti diusulkan. Kami akan berupaya akomodasi kebutuhan itu. Sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Selain itu pihaknya mendorong agar sekolah segera mengusulkan perbaikan lewat Data Pokok Kependidikan (Dapodik). “Kami harap sekolah juga selalu update. Sehingga bisa terfasilitasi bantuan,” demikian Surya.
Seperti diberitakan sebelumnya, SDN 2 Pelapuan di Kecamatan Busungbiu tidak mampu membeli bangku bagi siswanya.
Dana BOS yang ada di sekolah tersebut habis digunakan untuk membayar gaji guru honorer di sekolah tersebut. Dampaknya sekolah terpaksa membeli bangku plastik untuk proses belajar mengajar siswa. [*]
Editor : Hari Puspita