Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sekolah Pascasarjana dan FKG Unair Inisiasi Program Yuwana Emas di Bali, Fokus pada Kesehatan Wanita Usia Reproduktif untuk Cegah Stunting

Rosihan Anwar • Kamis, 17 Oktober 2024 | 21:08 WIB
EDUKASI: Kader Yuwana Emas saat melakukan promosi kesehatan di Desa Kaliasem, Buleleng. (FKG Unair For Radar Bali)
EDUKASI: Kader Yuwana Emas saat melakukan promosi kesehatan di Desa Kaliasem, Buleleng. (FKG Unair For Radar Bali)

SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Universitas Airlangga (UNAIR) kembali melanjutkan upayanya dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia, kali ini dengan menginisiasi program "Yuwana Emas" di Desa Kaliasem, Buleleng, Bali.

Program ini merupakan lanjutan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Juli 2023, sejalan dengan amanat Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Di tahun sebelumnya, UNAIR melalui kerjasama Sekolah Pascasarjana (SPS) dengan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Edukasi Gizi dan Kesehatan Rongga Mulut bagi Wanita Usia Produktif Sebagai Upaya Pemutusan Mata Rantai Stunting”.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi wanita usia reproduktif mengenai pentingnya gizi optimal dan kesehatan rongga mulut guna mencegah bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan stunting.

Di tahun 2024 ini, UNAIR melanjutkan komitmennya dengan program "Yuwana Emas", yang berfokus pada inisiasi dan pelatihan kader kesehatan remaja serta wanita usia reproduktif. Program ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama, yakni training of trainer, diselenggarakan pada tanggal 23-25 Mei 2024.

Training dilaksanakan secara langsung oleh Dr. Ni Luh Ayu Megasari, dosen Program Studi S2 Imunologi SPS UNAIR, drg. I Komang Evan Wijaksana dari Departemen Periodonsia FKG UNAIR, serta Lia Cahya Sari, S.Tr.Kes. dan Wilda Aulia Fitriani, S.Si., mahasiswa Program Studi S2 Imunologi SPS UNAIR.

Calon kader kesehatan diberikan wawasan terkait gizi, kesehatan gigi, dan pencegahan penyakit infeksi, khususnya bagi wanita usia reproduktif. Selain itu, calon kader juga dibekali keterampilan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan antropometri sederhana.

Pada tahap kedua yang dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus 2024, kader secara mandiri melakukan promosi kesehatan kepada masyarakat di Desa Kaliasem, utamanya bagi remaja dan wanita.

Kader juga melakukan pemeriksaan antropometri sederhana yang meliputi pengukuran tinggi dan berat badan serta lingkar lengan atas, dan melakukan pemeriksaan tensi serta pengukuran kadar hemoglobin, hematokrit, dan gula darah dengan metode finger prick.

Mangku Made Suarnaya, selaku tokoh agama di Desa Kaliasem, mengapresiasi kegiatan ini dan berharap bahwa materi yang diberikan dapat diterapkan untuk mendukung pengentasan stunting di desa tersebut. Hal yang sama juga disampaikan oleh Wayan Wardana, Tetua Adat Dadia Tutuan Desa Kaliasem.

Program ini tidak hanya menyasar wanita usia reproduktif, tetapi juga melibatkan masyarakat luas di Desa Kaliasem, dengan harapan untuk memperluas dampak positif program dan memperoleh dukungan masyarakat dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Program "Yuwana Emas" diharapkan dapat terus berlanjut, mendukung upaya nasional dalam mencegah stunting, dan meningkatkan kesehatan generasi mendatang di Desa Kaliasem. (han)

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#cegah stunting #fkg unair #Pengabdian kepada masyarakat