GIANYAR, radarbali.jawapos.com - Berdasarkan data Puskesmas Pembantu Desa Ketewel, bahwa terdapat 22 ODGJ di wilayah Desa Ketewel yang memerlukan pelayanan kesehatan jiwa.
Berdasarkan analisis situasi dan wawancara dengan Kepala Desa Ketewel, bahwa Desa Ketewel sudah membentuk Kader Kesehatan Jiwa untuk Posyandu Jiwa pada tanggal 02 Januari 2024 yang beranggotakan sepuluh kader.
Posyandu Jiwa belum dapat terlaksana secara efektif, karena kader belum mendapatkan pelatihan terkait pelaksanaan Posyandu Jiwa, kurangnya pendampingan tenaga profesional, dan masyarakat masih enggan menggunakan pelayanan kesehatan di Desa.
Posyandu Jiwa Desa Ketewel juga belum memiliki fasilitas yang lengkap untuk pelaksanaan Posyandu Jiwa, seperti tensimeter, alat pengukur tinggi badan, Kartu Menuju Sehat Jiwa untuk ODGJ.
Kepala Desa Ketewel juga menyampaikan bahwa ada dua ODGJ yang sering meresahkan masyarakat dan pernah melakukan perusakan tempat ibadah, dimana hal tersebut terjadi karena keluarga tidak rutin mengajak pasien kontrol ke Rumah Sakit Jiwa yang disebabkan jauhnya jarak dari rumah pasien ke Rumah Sakit jiwa, yaitu kurang lebih 29,4 km.
Berdasarkan permasalah tersebut, maka dibuatlah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang bertajuk “Peningkatan Kesehatan ODGJ Melalui Posyandu Jiwa dengan Kearifan Lokal: Yoga Bali di Desa Ketewel”.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan Kerjasama antara Stikes KESDAM IX/Udayana dan Universitas Hindu Indonesia dengan anggota Ns. Ni Made Sri Muryani, M.Kep, Ni Putu Eka Febianingsih, SKM.,MPH, Ns. I Gede Yudiana Putra, S.Kep.,M.Kes dan Dr. Drs. I Gusti Bagus Wirawan, M.Si.
Dana dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan dana hibah PMP dari DRTPM Kemendikbudristek tahun anggaran 2024.
Dalam pengabdian ini terdapat tiga kegiatan besar yaitu pelatihan pelaksanaan posyandu jiwa yang disampaikan oleh team Stikes Kesdam IX/Udayana, pelatihan yoga marga rahayu yang dilatih oleh team dari Universitas Hindu Indonesia, dan pelaksanan posyandu jiwa dengan yoga marga rahayu yang diawasi oleh team Stikes Kesdam IX/Udayana dan Universitas Hindu Indonesia.
Team pengabdian juga membantu melengkapi fasilitas posyandu jiwa berupa alat pengukur tinggi badan, timbangan berat badan, matras untuk yoga, flipchart dan brosur untuk penyuluhan Kesehatan, serta banner alur pelayanan posyandu jiwa dan yoga marga rahayu untuk Kesehatan jiwa.
I Putu Gede Widya Kusumanegara selaku Kepala Desa Ketewel sangat menyambut baik kegiatan ini dan berharap masyarakat yang memiliki ODGJ rutin berkunjung ke posyandu jiwa. Pak putu juga menyampaikan akan rutin melaksanakan monitoring evaluasi terkait pelaksanaan Posyandu Jiwa dengan Yoga Bali.
Hal tersebut juga disampaikan oleh keluarga ibu Mulyati yang menyambut baik kegiatan ini, karena dapat meningkatkan minat keluarga berkunjung ke Posyandu Jiwa dan juga membantu menjaga Kesehatan ODGJ dengan yoga.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat yang memiliki ODGJ dapat rutin memeriksakan Kesehatan ODGJ ke Posyandu Jiwa, sehingga akan membantu menjaga Kesehatan dan mencegah kekambuhan pada ODGJ. (*)
Editor : Rosihan Anwar