DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Beragam kegiatan anak muda dapat ditemui di Graha Yowana Suci (GYS), Denpasar. Salah satunya kegiatan diskusi soal sastra maupun isu-isu terkini yang diadakan Penerbit Partikular.
Penerbit Partikular adalah salah satu penerbit independen berbasis di Denpasar, Bali yang didirikan oleh Putu Juli Sastrawan dan rekannya pada tahun 2023.
"Tahun 2024 kami menerbitkan tiga terbitan. Jadi kami menerbitkan catatan perjalanan, gastronomi, dan juga sejarah. Termasuk juga fiksi terjemahan," ujarnya.
Kemudian pada tanggal (12/4), Penerbit Partikular resmi me-launching Toko Buku Partikular di Graha Yowana Suci. Di awal mendirikan penerbit, Juli mengaku tidak ingin melulu urusannya soal menerbitkan, maupun soal produsen dan konsumen saja.
"Tapi kami juga ingin ikut bersama-sama untuk membangun ekosistem berpikir kritis dengan cara bikin-bikin acara diskusi rutin," sambungnya.
Program pertama yang paling sering dan paling lama sudah diadakan yakni diskusi di Selasar Partikular. Diskusi yang dilakukan pun beragam, mulai dari sastra hingga isu-isu terkini.
Kedua yaitu klub buku dengan diskusi yang lebih spesifik soal buku-buku. Buku yang dibahas pun biasanya disesuaikan dengan tema yang beragam, seperti tema percintaan, horor, hingga sejarah.
Baca Juga: Mudah Berkarat, Biar Tak Cepat Rusak, Ongkos Pemeliharaan Jembatan Kuning Tahun Ini Rp1,5 Miliar
"Terus kami juga ada Membaca Denpasar dari Dekat Sekali. Itu satu program yang khusus membaca Denpasar dari banyak perspektif atau dari banyak sudut pandang," jelasnya.
Kegiatan yang terbaru dan tak kalah menarik adalah Manga Readers Club. Acara diskusi ini menjadi salah satu ajang ngumpul-ngumpul pembaca manga, baik pembaca manga fisik maupun versi online.
"Jadi kami ngumpul dan sharing-sharing soal manga apa yang lagi dibaca atau punya koleksi manga apa saja," ungkapnya.
Baca Juga: Mengenal Bali United Training Center, Tempat Pemusatan Latihan Timnas Jelang Lawan China
Seluruh kegiatan ini tercetus dari keinginan untuk mewujudkan terciptanya iklim belajar satu sama lain tentang apa saja yang diketahui. Tentunya dengan cara yang lebih menyenangkan dan santai.
Respon sejak awal dimulainya diskusi pun positif. Banyak yang mengatakan senang karena ada tempat berkumpul dan bertemu langsung dengan teman yang sefrekuensi.
Dalam sekali diskusi, rata-rata pesertanya mencapai 20 sampai 30, tergantung dari topik atau buku yang sedang dibahas. Dalam sebulan, minimal diadakan dua atau tiga kali.
Lebih lanjut, di dalam Toko Buku Partikular terdapat beragam jenis buku, mulai dari buku fiksi sampai non-fiksi. Dan yang terpenting buku-buku tersebut adalah terbitan penerbit independen Indonesia. Seperti novel, cerpen, catatan perjalanan, bahkan ada artbook juga.
Toko Buku Partikular buka dari jam 18.00 sampai 22.00 WITA pada hari kerja. Sementara khusus weekend, jam buka mulai pukul 15.00 sampai 22.00 WITA. Diharapkannya makin banyak orang yang tahu kalau ada tempat belajar bareng dan saling sharing soal pengetahuan.
"Harapannya juga buat teman-teman yang punya pengetahuan apa saja yang kiranya penting untuk dibagikan, kami juga ingin ketemu, reach out, dan siapa tahu bisa bikin sesuatu bareng untuk sharing-sharing di sana dengan kawan-kawan yang lain," ucapnya.***
Editor : M.Ridwan