Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kota Denpasar Miliki Tiga Sekolah Perempuan, Wamen PPPA: Bisa Jadi Percontohan ke Seluruh Indonesia

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Kamis, 29 Mei 2025 | 01:09 WIB

 

SEKOLAH: Wamen PPPA ketika mengunjungi Sekolah Perempuan di Desa Dauh Puri Kaja, kemarin (27/5/2025).
SEKOLAH: Wamen PPPA ketika mengunjungi Sekolah Perempuan di Desa Dauh Puri Kaja, kemarin (27/5/2025).

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kota Denpasar hingga saat ini telah memiliki tiga Sekolah Perempuan yang difasilitasi oleh Bali Sruti dan Institut KAPAL Perempuan, melalui Program Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI).

Di antaranya Sekolah Perempuan Kartini di Desa Dauh Puri Kangin; Sekolah Perempuan Srikandi di Desa Dauh Puri Kaja; dan Sekolah Perempuan Widya Shanti di Desa Dangin Puri Kangin.

"Sekolah Perempuan ini tidak berbentuk gedung, tetapi dia adalah edukasi sepanjang hayat, long life learning. Mereka belajar tiga hal," ujar Ketua Dewan Eksekutif Institut KAPAL Perempuan, Misiyah dalam kunjungan Wakil Menteri PPPA di Sekolah Perempuan Dauh Puri Kaja, kemarin (27/5).

 Baca Juga: Amanda Rawles Tiba-Tiba Menikah, Netizen Heboh Soal Agama: Siapa yang Log In?

Pertama, para peserta Sekolah Perempuan akan membangun kesadaran kritisnya atau critical thinking untuk kesetaraan gender.

Kedua yaitu melakukan perorganisasian atau aksi kolektif. Seperti bersolidaritas sesama dengan melakukan pelayanan Pos Pengaduan, serta edukasi untuk kebijakan dan penganggaran di desa.

Adapun Pos Pengaduan merupakan inisiatif yang memberikan layanan bagi korban kekerasan dan perkawinan anak, serta membantu perempuan dan kelompok marginal lainnya dalam mengurus dokumen identitas hukum untuk mengakses layanan dasar pemerintah.

 Baca Juga: Ririn Lega Ada JKN yang Tanggung Biaya saat Anak Sakit Demam Berdarah

Kemudian yang ketiga, pengembangan ekonomi perempuan. Salah satu cotohnya dengan keberadaan bazar produk lokal yang menampilkan kerajinan tangan dan makanan olahan karya anggota Sekolah Perempuan.

Produk tersebut merupakan hasil dari pelatihan peningkatan kapasitas untuk pemberdayaan ekonomi yang difasilitasi Bali Sruti.

"Model pemberdayaan melalui sekolah perempuan ini, kalau melihat situasi Indonesia merupakan salah satu jawaban dari lemahnya perspektif gender dari masyarakat Indonesia," jelasnya.

 Baca Juga: Presiden Prabowo Minta Penyederhanaan Regulasi, Menuju Mandiri Energi dengan Energi Terbarukan

Sekaligus sebagai upaya untuk menjawab masalah-masalah yang diakibatkan oleh gender bias, yang nantinya berdampak pada kekerasan terhadap perempuan. 

"Itu adalah bagian dari yang diperjuangkan melalui sekolah perempuan. Jadi sekolah perempuan ini hadir menunjukkan bahwa kesetaraan gender itu dimulai dari desa," sambungnya.

Menariknya, Sekolah Perempuan yang ada di Bali menggunakan metode pengembangan seni budaya. Seperti tari, baleganjur, dan seni yang lainnya. 

 Baca Juga: Arab Saudi Tutup Penerbitan Visa, Tak Ada Haji Furoda Tahun Ini

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Veronica Tan bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier pun turut melihat secara langsung penanganan dari perempuan mengalami kekerasan.

Seperti dengan dilakukannya pendampingan, healing, hingga dibantu sampai satu tahun melalui program Sekolah Perempuan ini. Seperti mengembangkan UMKM, pelatihan-pelatihan, sehingga mereka memiliki rasa percaya diri.

Menurutnya, Sekolah Perempuan adalah support system di grassroot untuk membantu perempuan-perempuan yang menjadi korban di keluarganya ataupun kekerasan.

 Baca Juga: Presiden Prabowo Sambut Presiden Prancis Macron, Komitmen Berikan Sumbangsih untuk Stabilitas Global

"Jadi kami sama-sama lihat dari kementerian kami sebagai pembuat policy. Tentu pilot yang ada di daerah dan mendorong daerah bagaimana meng-copy ke seluruh Bali. Mungkin bisa menjadi percontohan untuk seluruh Indonesia," kata Veronica.***

Editor : M.Ridwan
#denpasar #sekolah perempuan #kemitraan #Bali Sruti