DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kabar duka datang dari Universitas Udayana (Unud). Seorang mahasiswa bernama Timothy Anugrah Saputra ditemukan meninggal dunia usai diduga menjadi korban perundungan (bullying) di lingkungan kampus.
Peristiwa tragis ini viral dan menyita perhatian publik dan memunculkan keprihatinan luas terhadap budaya kekerasan di dunia akademik.
Dilansir dari kanal YouTube Okezone, Minggu (19/10/2025), kasus tersebut langsung menjadi perbincangan nasional. Banyak pihak menilai tragedi ini sebagai potret kelam dunia kampus yang seharusnya menjadi tempat belajar dan bertumbuh bagi generasi muda.
Kronologi Kejadian di FISIP Unud
Berdasarkan keterangan sejumlah sumber, Timothy diketahui datang ke kampus FISIP Unud pada pagi hari untuk menjalani kegiatan perkuliahan seperti biasa.
Namun, tak lama berselang, mahasiswa asal Bandung itu ditemukan tak bernyawa di halaman fakultas.
Dugaan sementara menyebut, korban nekat mengakhiri hidupnya akibat tekanan psikologis yang dialami dari perlakuan perundungan oleh sejumlah rekan kampus.
Kabar ini pun menyebar cepat di media sosial dan menuai gelombang simpati serta kemarahan publik.
Ironisnya, di tengah duka tersebut, muncul segelintir mahasiswa yang justru menjadikan tragedi ini sebagai bahan candaan. Hal itu memicu kecaman keras dari warganet.
Enam Mahasiswa Diduga Terlibat Perundungan
Pihak Universitas Udayana bergerak cepat menindaklanjuti kasus ini. Berdasarkan hasil penyelidikan internal, enam mahasiswa dinyatakan sebagai terduga pelaku perundungan terhadap Timothy.
Mereka antara lain:
- Vito Simanungkalit
- Muhammad Riyad Alvito
- Maria Victoria Viatam Mayos
- Anak Agung Ngurah Nanda
- Leonardo Jonathan Handika Putra
- Putu Rian Abel Perdana Tirta
Keenam mahasiswa tersebut telah diberhentikan dari organisasi kemahasiswaan dan diwajibkan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video yang kini beredar di media sosial.
Pihak rektorat menegaskan tidak akan menoleransi bentuk kekerasan apa pun di lingkungan kampus.
“Kami sangat berduka atas kejadian ini dan memastikan proses hukum serta etika akan berjalan seadil-adilnya,” ujar perwakilan Unud dalam keterangan resmi.
Sosok Timothy di Mata Rekan-Rekannya
Bagi teman-temannya, Timothy dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas, sopan, dan memiliki semangat belajar tinggi.
Dalam salah satu tugas kuliahnya, ia pernah menulis pidato berjudul “Pendidikan Karakter dan Moral Generasi Muda” yang kini viral karena isi pesannya begitu menyentuh.
“Karakter adalah faktor utama yang menentukan bagaimana seseorang memperlakukan orang lain,” tulis Timothy dalam esai tersebut.
“Kita harus menanamkan tanggung jawab, keberanian berinovasi, dan saling menghormati agar Indonesia bisa maju.”
Tulisan itu kini dianggap sebagai pesan terakhir yang menggugah banyak orang.
Gelombang Empati dan Seruan Stop Bullying
Setelah kabar meninggalnya Timothy tersebar, tagar #JusticeForTimoti dan #StopBullyingKampus menjadi trending di berbagai platform media sosial.
Ribuan warganet menyerukan agar kasus ini diusut tuntas dan menjadi momentum bagi dunia pendidikan untuk lebih tegas menolak segala bentuk kekerasan.
Aktivis pendidikan sekaligus psikolog sosial, Dr. Luh Ayu Santini, menilai kasus ini menggambarkan krisis empati di lingkungan mahasiswa.
“Kampus seharusnya menjadi ruang tumbuh dan berpikir, bukan tempat menindas,” tegasnya.
Pendidikan Karakter Harus Dihidupkan, Bukan Sekadar Diajarkan
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa pendidikan karakter tidak seharusnya berhenti pada teori. Nilai empati, saling menghormati, dan solidaritas harus dihidupkan dalam keseharian civitas akademika.
Dalam salah satu tulisannya, Timothy pernah menulis:
“Pendidikan karakter bukan sekadar kata-kata, tetapi tindakan nyata untuk membentuk manusia beradab.”
Kini, kalimat itu menjadi pesan abadi bagi dunia pendidikan.
Selamat Jalan, Timothy
Kepergian Timothy meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat luas.
Ia bukan sekadar korban perundungan, melainkan simbol perjuangan untuk menghentikan budaya kekerasan di lingkungan pendidikan. ***
Editor : M.Ridwan