DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Institut Seni Indonesia Bali (ISI BALI) menoreh prestasi gemilang 2025 ini. Pascatransformasi dari Institut Seni Indonesia Denpasar menjadi ISI BALI, 28 Februari 2025, berhasil meraih Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Predikat Unggul, berikut dua prodi pascasarjana juga meraih Unggul.
Selain itu, terbit izin pendirian dua program studi baru; Bisnis Digital dan Arsitektur Program Sarjana.
ISI BALI secara kelembagaan meraih akreditasi Unggul, terdepan di antara seluruh perguruan tinggi seni se-Indonesia.
Melalui penilaian serta evaluasi ketat dan saksama, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) berdasarkan Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT No. 2463/SK/BAN-PT/Ak.KP/PT/VII/2025, tanggal 8 Juli 2025, ISI BALI resmi menyandang Akreditasi Unggul.
Ini bukti capaian kualitas penyelenggaraan Tri Dharma, berikut cerminan terobosan aktualisasi strategis, serta pembuktian prestasi semakin mengglobal.
Capaian ini, digenapi raihan akreditasi Unggul Prodi Pascasarjana; Program Magister Desain dan Program Doktor Seni, berdasar Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT No 6858/SK/BAN-PT/Ak/S2/VII/2025 dan No 6453/SK/BAN-PT/Ak/D/V/2025.
Rektor ISI BALI Prof. Dr. Wayan ’’Kun’’ Adnyana menyampaikan, raihan akreditasi prodi dan AIPT ISI BALI Unggul menjadi penanda, sekaligus rekognisi objektif atas semua prestasi selama empat tahun terakhir.
Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, berikut beragam wahana strategis aktualisasi di tengah masyarakat dan juga pada ruang ekosistem akademia global, dilakukan ISI BALI secara konsisten.
’’Terima kasih yang tinggi titiang sampaikan kepada segenap sivitas akademika dan tenaga kependidikan ISI BALI bersama semua pemangku kepentingan atas sinergi dan kolaborasi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Prodi Baru Arsitektur dan Bisnis Digital
Kepercayaan ke ISI BALI menguat, terbukti persetujuan Kementerian Diktisaintek mendirikan dua prodi baru; Prodi Bisnis Digital dan Prodi Arsitektur Program Sarjana.
Kedua prodi ini resmi dibuka berdasarkan Keputusan Menteri Diktisaintek RI Nomor 336/B/O/2025 tentang Izin Pembukaan Program Studi Arsitektur Program Sarjana dan Program Studi Bisnis Digital Program Sarjana pada Institut Seni Indonesia Bali.
’’Kehadiran kedua prodi baru ini menjadi aktualisasi visi keilmuan ISI BALI, yakni; sebagai perguruan tinggi seni, desain, inovasi digital, dan budaya yang berkarakter, unggul, dan bereputasi global.
Prodi Bisnis Digital dan Arsitektur meramu padu khazanah keluhuran tradisi Bali dalam gubah inovasi digital terkini,” terang Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. AA Gde Bagus Udayana.
Akreditasi dan pendirian prodi baru ISI BALI juga terwujud berkat terlaksana program strategis ISI BALI; Asta Mahacitta Bali, di antaranya; Bali Nata Bhuwana. Yaitu, aktualisasi hasil pembelajaran di ruang budaya nasional/internasional, dan Bali Citta Swabudaya.
Yaitu, pengabdian kepada masyarakat. Bali Nata Bhuwana 2025 dilaksanakan di Yogyakarta, memilih dua ruang presentasi bereputasi: Sangkring Art Space dan Puro Pakualaman.
Bali Citta Swabudaya 2025 diselenggarakan bekerja sama dengan Desa Mambal. Pengabdian masyarakat berdampak ini, berhasil mencipta Murda Natha (tari maskot desa) berjudul Sri Swari Sruti; Sastra Desa (buku monografi desa); Sasmitha Desa (video etnografi desa); Swaadikara (penambahan fitur web desa).
Kualitas unggul ISI BALI kini ditopang nomenklatur kelembagaan baru, yakni; dengan pendirian pascasarjana dan penjaminan mutu.
Transformasi kelembagaan ISI BALI ditetapkan berdasar Peraturan Menteri Diktisaintek Nomor 28 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja (OTK) Institut Seni Indonesia Bali, diundangkan 7 Agustus 2025.
Editor : Rosihan Anwar