JEMBRANA, radarbali.jawapos.com —Transformasi pertanian di Kabupaten Jembrana memasuki babak baru. Politeknik Negeri Bali (PNB) menegaskan komitmennya untuk memodernisasi sektor ini melalui kegiatan Diseminasi Hasil Riset Berdikari Smart Farming yang sukses digelar di Dinas PPPA-PPKB Jembrana pada Rabu (26/11).
Kegiatan ini bukan hanya sekadar laporan penelitian, melainkan implementasi lanjutan dari riset Program Katalisator Berdikari yang didanai LPDP. Inti dari diseminasi ini adalah penyebarluasan inovasi krusial: teknologi penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang siap mendukung efisiensi pertanian lokal.
Keunikan dan daya dorong kegiatan ini terletak pada keterlibatan penuh model kolaborasi Penta Helix, yang menyatukan lima pilar pembangunan:
- Perguruan Tinggi: PNB dan Universitas Udayana (pengembang riset dan kurikulum).
- Pemerintah Daerah: Bappeda, BRIDA, dan Disperpa Jembrana (pembuat kebijakan dan dukungan data).
- Sekolah Vokasi: SMK Negeri 2 Negara dan SMK Negeri 3 Negara (pencetak SDM masa depan).
- Industri: Dimata Sora Jayate (pengembang langsung teknologi IoT lokal).
- Komunitas: BUMDes, koperasi, dan kelompok tani (pengguna dan penerima manfaat).
Kepala P3M PNB, I Putu Adi Suprapto, saat membuka acara, secara tegas menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor ini adalah kunci mutlak untuk memastikan teknologi smart farming dapat terintegrasi dengan baik dan berdampak nyata bagi petani.
Salah satu poin penting yang diangkat oleh narasumber dari BRIDA adalah urgensi pemanfaatan data dan teknologi IoT sebagai fondasi pertanian berkelanjutan. Dengan teknologi penyiraman otomatis, petani Jembrana dapat mengoptimalkan penggunaan air dan waktu, beralih dari cara tradisional ke sistem berbasis data.
Target diseminasi ini sangat strategis:
- Petani: Memahami dan mengadopsi inovasi penyiraman otomatis IoT.
- Pemerintah: Mendukung ekosistem smart farming melalui kebijakan daerah.
- Sekolah Vokasi: Menyesuaikan kurikulum (terutama di SMK) agar relevan dengan kebutuhan pertanian modern, mencetak lulusan yang mahir dalam teknologi IoT pertanian.
Komitmen Masa Depan: PNB dan SMK Cetak Teknisi Pertanian
Sebagai hasil konkret, kegiatan ini telah melahirkan komitmen kerja sama lanjutan antara PNB, Pemda, kelompok tani, dan khususnya SMK Negeri 2 Negara.
Kerja sama ini mencakup:
- Pengembangan Kurikulum Vokasi: Memasukkan modul-modul smart farming dan IoT ke dalam pelajaran.
- Praktik Kerja Lapangan (PKL): Memanfaatkan teknologi IoT yang dikembangkan, memberikan pengalaman nyata kepada siswa.
Dengan melibatkan industri lokal Dimata Sora Jayate sebagai mitra inovasi, kolaborasi ini tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi langsung menghubungkan dunia pendidikan dengan praktik bisnis dan teknologi terkini. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan daerah dan memposisikan Jembrana sebagai pionir dalam adopsi smart farming di Bali.***
Editor : M.Ridwan