DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kampus Politeknik Nasional Denpasar, menggelar wisuda ke XXIV di Hotel Aston, Gatsu, Denpasar pada Sabtu (13/12/2025).
Dalam kesempatan itu ada 47 wisudawan yang terdiri dari 22 orang dari Program Studi Akuntansi, 17 orang dari Program Studi Usaha Perjalanan Wisata dan 8 orang dari Program Studi Teknik Elektronika.
Dalam kesempatan itu, Direktur Politeknik Nasional Denpasar I Wayan Gede Narayana, S.Kom., M. Kom., mengatakan, jumlah wisudawan dari tahun ke tahun terus meningkat.
Bahkan untuk tahun depan, jumlahnya lebih banyak dari tahun sekarang. ”Prodi dengan peminat terbanyak di Prodi Usaha Perjalanan Pariwisata,” katanya kepada awak media di lokasi wisuda.
Dengan adanya peningkatan jumlah mahasiswa itu, kampus berencana akan menambah jumlah Program Studi. Hal ini tak terlepas dari meningkatnya jumlah mahasiswa yang berada di kisaran 10 persen hingga 15 persen setiap tahunnya.
Untuk mewujudkan rencana penambahan Program Studi itu, pihak kampus dan yayasan telah mempersiapkan segala sesuatu.
Mulai dari peningkatan kapasitas dan jumlah dosen, hingga faktor penunjang lain seperti fasilitas mumpuni.
”Kami sudah siap dari sisi dosen dan fasilitas dan untuk izin dan lainnya masih diurus di Kementerian. Peminat sangat banyak. Dari survei kami setahun terakhir, manajemen perhotelan menjadi prodi yang sangat banyak mahasiswanya,” bebernya.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang Link and Match dengan industri sesuai arahan dari dirjen Vokasi, Politeknik Nasional selalu berupaya untuk meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak industri baik lokal, nasional maupun Internasional.
Mulai dari pemagangan, penyusunan kurikulum bahkan sampai ke dosen industri.
Lanjut dia, perkuliahan Politeknik Nasional sejak 4 tahun terakhir ini kami sudah kembangkan ke arah industri base. Sejalan dengan kebijakan kampus merdeka saat ini.
Beberapa mata kuliah dilaksanakan langsung terjun ke industri dan masyarakat. ”Tentunya model seperti ini akan kami kembangkan terus sebagai bentuk implementasi program kampus merdeka,” imbuhnya.
Dalam mengembangkan pendidikannya, Politeknik Nasional tidak hanya fokus pada peningkatan hardskill mahasiswa, namun peningkatan softskill mahasiswa juga merupakan salah satu prioritas utama.
Peningkatan softskill tersebut dilakukan melalui kegiatan-kegiatan kemahasiswaan seperti kegiatan UKM, keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan pengabdian masyarakat, maupun kegiatan akademis dan non-akademis di lingkungan Politeknik Nasional serta mengembangkan kewirausahaan mahasiswa.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Perguruan Teknik Nasional Bali Dr. Dadang Hermawan menjelaskan, Politeknik Nasional merupakan salah satu perguruan tinggi yang bergerak di bidang vokasi di Bali.
Hal ini menurut dia sangat tepat diterapkan untuk masyarakat Bali yang menginginkan anak-anaknya bisa langsung bekerja usai menempuh pendidikan kuliah.
”Tapi sekarang masyarakat masih cendrung masih senang dengan pendidikan bergelar akademik. Yang politeknik masih perlu sosialisasi,” tandasnya.
Editor : Rosihan Anwar