DENPASAR,Radar Bali.id – Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar resmi memasuki babak baru. Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum. resmi dilantik sebagai Rektor Unmas pada Sabtu (21/2/2026), bertempat di Auditorium Universitas Saraswati Denpasar.
Acara pelantikan ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Gubernur Bali, Wayan Koster, jajaran pimpinan perguruan tinggi se-Bali, serta berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.
Inovasi dan Transparansi Jadi Kunci
Ketua Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati Pusat Denpasar, Tjok. Istri Sri Ramaswati, menyampaikan bahwa regenerasi kepemimpinan adalah momentum untuk membawa perubahan positif. Menurutnya, jabatan rektor bukan sekadar posisi struktural, melainkan ujung tombak inovasi.
"Walaupun sekarang sudah unggulan, saya ingin Unmas bisa go internasional. Sinergi harus diupayakan, baik dengan lembaga perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri," tegas Tjok. Istri Sri Ramaswati dalam sambutannya.
Beliau juga mengingatkan bahwa rektor memegang tanggung jawab penuh atas penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengelolaan keuangan, hingga SDM. Transparansi kepada yayasan menjadi poin krusial yang ia tekankan agar akuntabilitas publik tetap terjaga.
Lima Pilar Prioritas Rektor Baru
Menanggapi amanat tersebut, Prof. Lanang Perbawa telah menyiapkan langkah strategis untuk membawa Unmas bersaing di kancah global. Ia memetakan lima prioritas utama dalam masa kepemimpinannya:
- Transformasi Digital: Peningkatan teknologi informasi (TI) di seluruh lini kampus.
- Sinergi Media: Memperkuat kerja sama dengan media massa untuk branding dan publikasi.
- Kemitraan Strategis: Menjalin hubungan erat dengan pemerintah dan dunia usaha.
- Pengabdian Masyarakat: Memperkuat hubungan baik dan dampak nyata bagi masyarakat.
- Kolaborasi Global: Memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi nasional maupun internasional.
Selain itu, Prof. Lanang berkomitmen menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang meliputi akuntabilitas, independensi, tanggung jawab, dan transparansi dalam tata kelola universitas.
"Rektor juga harus melakukan pengembangan kurikulum yang adaptif. Selain kurikulum nasional, kita harus terbuka dengan kebutuhan masyarakat dan stakeholder agar lulusan Unmas terserap maksimal di dunia kerja," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita