Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kuliah Umum Unmas Denpasar Hadirkan Prof. Yusril, Kupas AI dan Masa Depan Penegakan Hukum Indonesia

Admin Radar Bali • Jumat, 17 April 2026 | 10:56 WIB
Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra di Auditorium Saraswati, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Rabu (15/4/2026).
Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra di Auditorium Saraswati, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Rabu (15/4/2026).

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Universitas Mahasaraswati Denpasar kembali mencatatkan momentum penting dengan menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Revolusi Digital dan Artificial Intelligence dalam Penegakan Hukum di Indonesia: Peluang dan Tantangan” yang berlangsung di Auditorium Saraswati, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena Unmas Denpasar merupakan salah satu kampus swasta pertama di Bali yang berhasil menghadirkan tokoh nasional terkemuka Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., Ph.D., selaku Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, sebagai narasumber utama dalam kuliah umum tersebut.

Kuliah umum ini dimoderatori oleh Prof. Dr. I Wayan Gde Wiryawan, S.H., M.H., yang memandu jalannya diskusi secara dinamis dan interaktif.

Acara ini dihadiri oleh civitas akademika Unmas Denpasar serta undangan dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, praktisi hukum, hingga mahasiswa yang tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan Rektor Unmas Denpasar yang menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghadapi era transformasi digital.

Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa perkembangan teknologi, khusus as Artificial Intelligence (AI), telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam sistem penegakan hukum.

Rektor juga menyampaikan bahwa Unmas Denpasar terus berkomitmen menjadi kampus yang adaptif dan inovatif, serta mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan dalam memahami dan memanfaatkan teknologi secara bijak.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Yayasan P.R Saraswati Pusat Denpasar yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas akademik dan perluasan wawasan mahasiswa.

Beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemangku kebijakan dalam menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

Memasuki sesi utama, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc., Ph.D. menyampaikan paparan yang komprehensif mengenai dampak revolusi digital dan Artificial Intelligence terhadap sistem penegakan hukum di Indonesia.

Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam sistem penegakan hukum.

AI tidak lagi sekadar menjadi alat bantu teknis, tetapi mulai memengaruhi proses pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada hak, kebebasan, dan reputasi individu.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa di satu sisi, pemanfaatan AI membuka berbagai peluang strategis, seperti meningkatkan efisiensi dalam manajemen perkara, memperkuat analisis bukti digital, mendukung deteksi dini terhadap potensi kejahatan, hingga memperluas akses layanan hukum bagi masyarakat.

Namun di sisi lain, terdapat tantangan serius yang tidak dapat diabaikan, mulai dari potensi bias dan diskriminasi algoritma, keterbatasan transparansi sistem (black box), risiko pelanggaran privasi, hingga ketidakjelasan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan berbasis teknologi.

Oleh karena itu, beliau menegaskan bahwa pemanfaatan AI dalam penegakan hukum harus tetap berlandaskan prinsip negara hukum, di mana keadilan tidak boleh dikorbankan demi efisiensi teknologi.

Peran manusia tetap menjadi kunci utama, dengan dukungan regulasi yang kuat, etika kelembagaan yang jelas, serta kesiapan sumber daya manusia yang melek teknologi.

Dalam konteks tersebut, beliau juga menyoroti peran penting perguruan tinggi dalam membentuk pemikiran kritis dan kesadaran etis generasi muda.

Menurutnya, transformasi digital harus berjalan selaras dengan nilai keadilan, tanggung jawab moral, serta kepentingan masyarakat luas.

Suasana kuliah umum berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan menyimak paparan materi secara seksama serta aktif berpartisipasi dalam sesi diskusi.

Berbagai pertanyaan yang diajukan mencerminkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu hukum dan teknologi di era digital.

Melalui kegiatan ini, Universitas Mahasaraswati Denpasar kembali menegaskan perannya sebagai kampus berdampak, yang tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga menghadirkan ruang-ruang diskusi strategis yang relevan dengan perkembangan global.

Sebagai kampus berdampak, Unmas Denpasar terus berupaya mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kuliah umum ini diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus belajar, berinovasi, dan mengambil peran aktif dalam membangun sistem hukum yang modern, adaptif, dan berkeadilan di Indonesia.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Unmas Denpasar optimis dapat terus melahirkan lulusan yang unggul, berdaya saing, serta mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi bangsa dan negara.

 

*Unmas Jaya!* 💚

Editor : Rosihan Anwar
#prof yusril ihza mahendra #kuliah umum #unmas denpasar