NUSA DUA, radarbali.jawapos.com – Unit Perpustakaan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali sukses menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku secara hibrida di Gedung Perpustakaan Acharya pada 8 Mei 2026.
Kali ini dengan tema “Transformasi Pariwisata Berbasis Budaya dan Alam : Harmoni Pengetahuan Lokal, Ekowisata dan Inovasi Berkelanjutan”. Perhelatan ini membedah tiga karya literasi utama meliputi :
1. Perencanaan Produk Pariwisata Alternatif Strategi Inovatif Menuju Pariwisata Berkelanjutan (penulis Dewa Ayu Made Lily Dianasari, Hanugerah Kristiono Liestiandre, I Wayan Mertha, I Gede Made Sukariyanto)
2. Ecomangrove Kedonganan: Harmoni Alam Dan Pariwisata (penulis I Wayan Mertha, Ni Made Tirtawati Putu Irma Yunita, I Gede Made Sukariyanto)
3. Watugunung Harmoni Pengetahuan dan Budaya (penulis Ida Bagus Puja, Ni Wayan Giri Adnyani, Mahendra Adi Winatha, Putu Ayu Aryasih)
Direktur Poltekpar Bali, Dr. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes., secara resmi membuka acara yang dihadiri oleh 50 peserta luring serta puluhan peserta melalui platform daring.
Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa semangat kebangkitan nasional saat ini harus diwujudkan melalui penguatan kualitas intelektual dan kesadaran literasi guna menjawab tantangan arus informasi digital yang kian kompleks.
Guna memperdalam bobot diskusi ilmiah, forum ini menghadirkan panel penyanggah dari deretan akademisi senior, yaitu:
• Prof. I Nyoman Darmaputra, M.Litt., Ph.D. (Universitas Udayana).
• Prof. Dr. Ni Made Ernawati, MATM. Ph.D. (Politeknik Negeri Bali).
• Prof. Dr. Ni Made Eka Mahadewi, M.Par. (Politeknik Pariwisata Bali Bali).
Diskusi mendalam berfokus pada sinkronisasi antara teori akademik dan kebutuhan nyata industri pariwisata masa depan.
Para penulis memaparkan materi strategis dari buku "Perencanaan Produk Pariwisata Alternatif" hingga "Ecomangrove Kedonganan" yang menyoroti keharmonisan antara alam dan pariwisata.
Penekanan pada nalar kritis menjadi benang merah utama untuk menangkal disrupsi informasi di media digital.
Penyelenggaraan kegiatan ini memberikan dampak signifikan terhadap penguatan budaya literasi di lingkungan pendidikan tinggi pariwisata.
Melalui keterlibatan narasumber ahli dan penyanggah kompeten, Poltekpar Bali berhasil menciptakan ruang dialog inklusif untuk mencetak sumber daya manusia yang adaptif, kritis, dan berbasis riset terkini.
Editor : Rosihan Anwar