Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PkM Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unmas Denpasar: Mewujudkan Pembelajaran Adaptif Melalui Pemahaman Teori Beban Kognitif 

Admin Radar Bali • Kamis, 18 Juni 2026 | 19:21 WIB
Narasumber utama PkM Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unmas Denpasar Dr. Anak Agung Inten Paraniti, S.Pd., M.Pd., di SMAN 1 Kuta Utara.
Narasumber utama PkM Prodi Pendidikan Biologi FKIP Unmas Denpasar Dr. Anak Agung Inten Paraniti, S.Pd., M.Pd., di SMAN 1 Kuta Utara.

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Di tengah hiruk-pikuk transformasi pendidikan era digital, sering kali muncul keluhan klasik di ruang kelas: mengapa materi tertentu terasa begitu mustahil untuk dipahami?

Jawaban konvensional biasanya menyalahkan tingkat kecerdasan siswa atau kompleksitas materi. 

Namun, sebuah perspektif revolusioner justru menunjuk pada satu titik krusial yang sering terlupakan yaitiu pemahaman arsitektur kognitif manusia. 

Berangkat dari urgensi tersebut, Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Mahasaraswati Denpasar menunjukkan komitmen nyata melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Mengambil panggung di sekolah mitra yaitu SMA Negeri 1 Kuta Utara, kegiatan ini mengusung tajuk strategis: “Teori Beban Kognitif Sebagai Kunci Pembelajaran Adaptif.” 

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Anak Agung Inten Paraniti, S.Pd., M.Pd., membedah secara mendalam urgensi teori beban kognitif / Cognitive Load Theory (CLT) sebagai landasan instruksional.

Beliau menekankan bahwa efektivitas pembelajaran sangat bergantung pada cara guru mengelola memori kerja (working memory) siswa yang secara biologis memiliki kapasitas terbatas. 

Pada sesi utama, narasumber menjelaskan bahwa beban kognitif mengacu pada usaha mental yang dibutuhkan selama proses belajar berlangsung.

Guru diajak memahami bahwa kegagalan belajar sering kali bukan disebabkan oleh materi yang terlalu sulit, melainkan cara penyajiannya yang berbenturan dengan batas kapasitas memori kerja manusia 

Memahami Batas Biologis Otak, Inten menjelaskan bahwa kegagalan belajar sering kali terjadi bukan karena materi yang terlalu sulit, melainkan karena cara penyajiannya yang berbenturan dengan batas kapasitas memori manusia.

CLT memandang proses belajar layaknya memprogram sistem pemrosesan informasi alami. Instruksi hanya akan berhasil jika selaras dengan batas biologis tersebut. 

Pendidikan formal, menurut riset Sweller (2024), berfokus sepenuhnya pada Pengetahuan Sekunder Biologis, seperti sains (biologi, fisika, kimia), matematika, membaca, dan tata bahasa asing.

Pegetahuan sekunder merupakan informasi yang diperoleh melalui upaya sadar, instruksi eksplisit, dan institusi pendidikan. 

Berbeda dengan pengetahuan primer seperti berbicara bahasa ibu yang dipelajari secara otomatis, pengetahuan sekunder ini memiliki beban kognitif yang sangat tinggi. 

Peserta yang terdiri dari 20 guru di SMA Negeri 1 Kuta Utara diajak memahami pergeseran strategi dari pemberian informasi yang berlebihan menuju pengelolaan tiga pilar beban kognitif yaitu Intrinsic Load (kompleksitas materi), Extraneous Load (beban dari desain instruksional yang buruk), dan Germane Load (usaha mental positif untuk membangun pemahaman mendalam).

Selain penguatan konsep, para guru memperoleh pelatihan praktis mengenai penerapan strategi pengelolaan beban mental seperti Worked Example Effect (contoh soal terselesaikan) dan Completion Strategy (melengkapi soal sebagian) untuk membantu siswa pemula dalam mentransfer pengetahuan secara efektif.

Para guru juga diperingatkan akan bahaya redundansi, yakni menyajikan informasi identik dari sumber berbeda (seperti membaca teks di slide yang persis sama dengan kata-kata yang diucapkan), karena hal tersebut justru menghambat pemahaman. 

Melalui kolaborasi intensif antara perguruan tinggi dan sekolah, Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unmas Denpasar tidak sekadar memberikan laporan teknis, melainkan sebuah peta jalan bagi guru untuk menjadi arsitek kognisi yang andal.

Di era kecerdasan artifisial (AI) dan tantangan abad ke-21, penguatan kompetensi guru dalam mengelola beban kognitif adalah kunci untuk menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna, efisien, dan adaptif bagi masa depan peserta didik di Bali. (kal)

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#prodi pendidika biologi fkip unmas denpasar #PKM #unmas denpasar