RADAR BALI - Proses pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap I untuk jenjang SMA dan SMK Negeri di Provinsi Bali Tahun Pelajaran 2026/2027 resmi ditutup setelah berlangsung ketat pada 22 hingga 24 Juni 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, animo masyarakat luar biasa tinggi dengan total pendaftar menembus angka 54.416 calon siswa.
Pada tahap awal ini, para lulusan SMP harus bersaing sengit memperebutkan kursi melalui jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi.
Persaingan paling panas dan mencolok terjadi di wilayah Kota Denpasar, di mana sejumlah sekolah unggulan diserbu ribuan pelamar.
SMAN 7 Denpasar (SISMA) sukses menjadi sekolah yang paling banyak diburu. Bayangkan saja, dari total 1.656 berkas pendaftaran yang masuk, sebanyak 621 calon siswa memantapkan diri menempatkan SISMA sebagai pilihan utama mereka.
Padahal, kuota yang tersedia untuk Tahap I di sekolah ini hanya 172 kursi. Ketatnya persaingan di SMAN 7 tecermin dari catatan seleksi sementara, di mana Nilai Akhir (NA) terendah yang berada di posisi aman menyentuh angka 136,66, sementara nilai tertingginya mencapai 166,67.
Daya tarik sekolah favorit lainnya juga tidak surut. SMAN 2 Denpasar (RESMAN) memaksa para pendaftar saling sikut demi memperebutkan hanya 130 kursi, sementara berkas yang masuk mencapai 1.314 pendaftar.
Tak kalah mentereng, sekolah legendaris SMAN 1 Denpasar (SMANSA) dipadati oleh 1.156 pelamar non-zonasi yang berebut 172 kursi yang tersedia.
Menariknya, jika SMAN 7 memimpin dalam jumlah peminat, SMAN 3 Denpasar (TRISMA) justru tampil sebagai sekolah dengan standar kualitas persaingan nilai akademik paling tinggi.
Walaupun jumlah berkas totalnya tidak sebanyak SMAN 7, TRISMA mencatatkan rekor Nilai Akhir tertinggi pendaftar hingga menyentuh angka 190.
Rata-rata NA peserta yang berhasil masuk dalam zona aman kelulusan sementara di TRISMA berada di angka 155,03, menjadikannya medan pertempuran nilai paling ketat di Denpasar.
Melihat tumpukan berkas pendaftaran tersebut, ribuan siswa dipastikan akan tereliminasi saat pengumuman resmi kelulusan Tahap I pada 29 Juni 2026 pukul 17.00 WITA mendatang.
Pengumuman bisa diakses langsung melalui laman resmi smabali.spmb.id untuk SMA dan smkbali.spmb.id untuk SMK.
Saat ini, panitia sekolah dan dinas tengah melakukan verifikasi dokumen secara maraton hingga 28 Juni, dengan pengawasan ketat dan transparan yang dipantau langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Menyikapi sengitnya persaingan ini, Kepala Disdikpora Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Putra mengimbau agar para orang tua dan calon siswa tidak berkecil hati jika nantinya tidak lolos di Tahap I.
Mengingat tahap ini baru mencakup jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi, peluang besar sebenarnya masih terbuka lebar di Tahap II melalui Jalur Domisili atau Zonasi.
Pendaftaran Tahap II sendiri akan langsung dibuka pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026 mulai pukul 08.00 sampai 18.00 WITA.
Jalur ini akan mengakomodasi zonasi reguler, jalur sekolah dengan perjanjian, hingga krama desa adat.
Bagi pendaftar yang posisinya tergeser di sekolah-sekolah padat peminat pada Tahap I, disarankan untuk mulai memetakan kembali koordinat tempat tinggal dengan sekolah negeri terdekat atau mempersiapkan persyaratan jalur desa adat demi mengamankan posisi pada pendaftaran Tahap II nanti.
Setelah seluruh rangkaian seleksi selesai, proses pendaftaran ulang bagi siswa yang lolos di kedua tahap tersebut dijadwalkan pada 10 hingga 12 Juli 2026.***
Editor : Ibnu Yunianto