Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Minat Membeludak, Tiga SMP Negeri di Perkotaan Jembrana Diguyur Dispensasi Kuota Rombel

Muhammad Basir • Selasa, 30 Juni 2026 | 07:41 WIB
Ilustrasi suasana aktivitas siswa SMP. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi suasana aktivitas siswa SMP. (gambar digital gemini/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id – Sekolah menengah pertama (SMP) negeri di wilayah perkotaan Jembrana kembali mendapat dispensasi penambahan jumlah siswa per rombongan belajar (rombel).

Baca Juga: SPMB SMP Negeri Kota Denpasar 2026: Jalur Afirmasi dan Mutasi Resmi Dibuka Hari Ini

Pada Tahun Ajaran 2026/2027 ini, batas maksimal satu rombel ditetapkan hingga 40 siswa. Jumlah ini lebih tinggi dari ketentuan umum yang biasanya hanya 32 siswa per kelas.

Baca Juga: SPMB Badung 2026 Diperpanjang: Cek Jadwal Terbaru, Syarat, dan Kuota SD-SMP

Dispensasi tersebut diajukan oleh tiga sekolah, yakni SMP Negeri 1 Negara, SMP Negeri 2 Negara, dan SMP Negeri 3 Negara. Ketiganya kompak mengusulkan penambahan kuota sebelum pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dimulai, menyusul tingginya minat masyarakat.

Di SMPN 1 Negara sendiri, pelaksanaan SPMB Tahun Pelajaran 2026/2027 telah menuntaskan tahapan pertama. Sebanyak 173 calon murid dinyatakan lolos melalui jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi.

Ketua MKKS SMP Jembrana yang juga Kepala SMPN 1 Negara, I Ketut Tastra, menerangkan bahwa daya tampung sekolah tahun ini sesuai usulan yang telah disetujui melalui Dinas Pendidikan hingga kementerian, yakni 10 rombel. Dari target maksimal 40 siswa dalam satu rombel, perkiraan realisasi sekitar 34 siswa dalam satu rombel.

”Rombel diisi maksimal 40 murid, sehingga total daya tampung mencapai 400 siswa. Kepastian jumlah setelah selesai penerimaan nanti,” ujarnya pada Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut Tastra, SPMB dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi, sedangkan tahap kedua khusus jalur domisili. “Tahap pertama sudah selesai dan hasilnya kami umumkan melalui website sekolah, media sosial, serta papan pengumuman,” katanya.

Animo pendaftar tahun ini di SMPN 1 Negara terbilang tinggi. Dari tahap pertama, rinciannya 102 siswa diterima melalui jalur prestasi, 58 siswa jalur afirmasi, dan 13 siswa jalur mutasi termasuk anak guru. Namun, kuota pada masing-masing jalur belum sepenuhnya terpenuhi sesuai ketentuan persentase.

Walhasil, masih terdapat sisa daya tampung yang akan dialokasikan pada jalur domisili. Pendaftaran SPMB tahap kedua melalui jalur domisili dijadwalkan berlangsung mulai Selasa, 30 Juni 2026 hingga Kamis, 2 Juli 2026 mendatang. ”Dengan total daya tampung 400 siswa dan yang sudah diterima 173 orang, masih tersedia sekitar 227 kursi untuk jalur domisili,” jelas Tastra.

Ia menambahkan, sebelum SPMB dibuka, sekolah bersama Dinas Pendidikan telah memetakan jumlah lulusan SD di wilayah layanan SMPN 1 Negara. Hasilnya, jumlah lulusan di wilayah tersebut sebenarnya tidak mencapai 400 orang.

Meski demikian, daya tampung maksimal tetap diusulkan karena jalur prestasi memungkinkan pendaftar dari luar wilayah, termasuk dari Kecamatan Melaya dan Pekutatan. ”Jalur prestasi memang terbuka lintas wilayah, sehingga kami mengantisipasi pendaftar dari luar zona,” pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#seleksi siswa baru #smp #jembrana #siswa baru #spmb