Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ini Fakta! Terisi di Bawah 40 Persen, Kuota 11 SMA Negeri Dialihkan ke Jalur Domisili

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 1 Juli 2026 | 08:33 WIB
Ilustras SPMB 11 SMA/SMK di Bali dilepas ke kuota domisili
Ilustras SPMB 11 SMA/SMK di Bali dilepas ke kuota domisili

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Fakta menunjukkan, tidak semua Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri di Bali berhasil mencapai target keterisian kuota.

Hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap I jenjang SMA dan SMK Provinsi Bali Tahun Ajaran 2026/2027 melalui jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi telah resmi diumumkan pada Senin (29/6/2026) sore. 

Selanjutnya, pendaftaran untuk jalur domisili akan dibuka mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2026.

​Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Bali, I Komang Agus Kariasa, mengatakan bahwa beberapa sekolah mencatat tingkat keterisian di bawah 40 persen dari total daya tampung.

Berdasarkan data Disdikpora Bali, tercatat ada 11 SMA negeri yang tingkat keterisiannya masih di bawah 40 persen. Sisa kuota dari sekolah-sekolah tersebut nantinya akan dialihkan dan ditambahkan pada jalur domisili.

​Adapun 11 sekolah tersebut yakni SMA Negeri 2 Gerokgak dengan daya tampung 163 siswa, yang baru terisi 65 siswa atau 39,88 persen, sehingga masih menyisakan 98 kursi.

Kemudian, SMA Negeri 1 Penebel hanya mendapat 64 siswa dari 163 kursi (39,26 persen) dengan sisa kuota 99 kursi. Selanjutnya, SMAN Satu Atap Nusa Penida yang memiliki daya tampung 140 siswa baru terisi 52 siswa (37,14 persen) dengan sisa 88 kursi. Sementara itu, SMA Negeri 1 Banjarangkan baru menerima 47 siswa dari kuota 163 siswa (28,83 persen), sehingga masih tersedia 116 kursi.

​Sekolah lainnya, SMA Negeri 1 Kintamani mencatat keterisian 64 siswa dari 234 kursi (27,35 persen) dengan sisa kuota 170 kursi. SMA Negeri 1 Baturiti baru terisi 38 siswa dari 140 kursi (27,14 persen) dan masih memiliki 102 kursi kosong.

"Selanjutnya, SMA Negeri 1 Petang baru terisi 57 siswa dari daya tampung 234 siswa (24,36 persen) dengan sisa 177 kursi. SMA Negeri 3 Mengwi juga baru mencatat keterisian 30 siswa dari 140 kursi (21,43 persen), sehingga tersisa 110 kursi," terangnya. 

​Adapun SMA Negeri 1 Sukasada baru menerima 51 siswa dari kuota 280 siswa (18,21 persen) dengan sisa 229 kursi. SMA Negeri 1 Kerambitan baru terisi 31 siswa (11,07 persen) dari daya tampung 280 siswa, menyisakan 249 kursi.

Tingkat keterisian terendah tercatat di SMA Negeri 1 Marga yang baru menerima 6 siswa dari total daya tampung 280 siswa atau hanya 2,14 persen. Sekolah tersebut masih memiliki sisa kuota sebanyak 274 kursi.

​Agus menyatakan, rendahnya tingkat keterisian di sejumlah sekolah tersebut justru membuka peluang bagi calon murid yang belum lolos pada seleksi tahap pertama untuk kembali bersaing melalui jalur domisili.

"Sesuai jadwal Disdikpora Bali, pendaftaran tahap kedua dibuka mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2026, sebelum hasil seleksi diumumkan pada 9 Juli 2026," tandasnya.***

Editor : M.Ridwan
#spmb 2026 #kuota domisili #Disdikpora Bali #SMA dan SMK