Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

SPMB Dianggap Lebih Adil, Jamin Dewan Tak Ikut Direpotkan, Wow Jumlah Pendaftar SPMB Capai 16.559 Peminat

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 5 Juli 2026 | 19:25 WIB
Ilustrasi seleksi SPMB SMA/SMK se Bali peminatnya belasan ribu calon siswa/siswi. (Gemini Generat/radarbali.id)
Ilustrasi seleksi SPMB SMA/SMK se Bali peminatnya belasan ribu calon siswa/siswi. (Gemini Generat/radarbali.id)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini mendapat diklaim lebih baik dibandingkan sistem sebelumnya karena penilaian lebih fair sehingga tidak merepotkan  kalangan legislatif.

Hal itu disampaikan oleh Anggota DPRD Bali Anak Agung Tri Candra, atau yang akrab disapa Gung Cok, menilai sistem seleksi saat ini jauh lebih adil (fair) karena menerapkan konsep "tarung bebas" yang mengedepankan objektivitas nilai akademik siswa.

​Politisi Partai Golkar ini menjelaskan bahwa skema saat ini seolah mengembalikan marwah pendidikan seperti era 1987-1988 yang ketat menyeleksi siswa melalui jalur Nilai Ebtanas Murni (NEM).

Menurutnya, siswa yang memiliki nilai tinggi dan memenuhi standar secara otomatis akan diterima di sekolah tujuannya.

Tingginya tingkat transparansi publik dalam sistem perankingan juga menjadi sorotan utamanya, karena proses pergeseran peringkat yang berjalan secara real-time dapat dipantau langsung oleh masyarakat.

​"Perankingan ini memengaruhi nilai setiap harinya. Jika ada pergeseran posisi, peringkat anak bisa langsung berubah dan informasi tersebut dikirimkan oleh sistem untuk diketahui siswa. Keterbukaan ini yang membuat saya menilai sistem sekarang sangat fair," terang Gung Cok.

​Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa sistem tarung bebas ini berdampak positif dalam memacu semangat belajar anak.

Siswa menjadi lebih terdorong untuk mengejar nilai rapor yang baik sejak kelas 1 hingga kelas 3 sebagai persiapan mencari sekolah lanjutan.

Selain itu, sistem ini dinilai mampu menghidupkan kembali ekosistem sekolah swasta. Anak-anak yang nilainya tidak memenuhi standar di sekolah negeri secara otomatis akan memilih mendaftar ke sekolah swasta.

​Meski secara umum memuji sistem yang berjalan karena turut meringankan beban moral para anggota dewan dari praktik penitipan siswa, Gung Cok tetap memberikan tiga catatan kritis yang perlu dikaji lagi oleh pemerintah daerah.

Pertama, terkait ketimpangan infrastruktur pendidikan. Tidak semua kecamatan di Badung memiliki ketersediaan sekolah, sehingga merugikan calon siswa yang tinggal di perbatasan atau area yang tidak memiliki fasilitas sekolah sama sekali.

​Kedua, terdapat dilema antara administrasi kependudukan dan realitas domisili.

Ia mencontohkan adanya warga yang KTP dan KK-nya terdaftar di Badung Utara, namun secara faktual bekerja dan menetap di Badung Tengah.

Sang anak pun kesulitan saat harus mengikuti domisili di Badung Tengah. Menurutnya, hal ini membutuhkan jalan keluar karena tidak mungkin anak dipaksa bersekolah di kampung halaman tanpa pengawasan orang tuanya.

​Ketiga, ia menyoroti celah kelemahan pada jalur prestasi. Di lapangan masih banyak ditemui keluhan terkait pengesahan dan penilaian sertifikat, di mana anak yang sudah mengantongi prestasi tingkat satu justru gagal diterima di sekolah negeri akibat terganjal persoalan administrasi.

​Sebagai penutup, Gung Cok menegaskan bahwa sistem yang ada saat ini secara keseluruhan sudah berada di jalur yang tepat dan hanya membutuhkan penyempurnaan.

"Yang jelas sistem ini sudah sangat bagus, kurang penyempurnaan. Intinya, sistem saat ini sangat meringankan kami juga di dewan, jadi bisa mengikis masalah karena adanya tarung bebas nilai ini," pungkasnya.

Dua tahapan SPMB SMA/SMK telah tuntas.  Setelah tiga hari dibuka pendaftaran jalur domisili, tercatat 16.559 calon peserta didik resmi mendaftar ke SMA dan SMK Negeri di seluruh Bali sebelum pendaftaran ditutup pada Kamis (2/7) pukul 18.00. 

 

Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Bali I Komang Agus Kariasa, menyebut, proses seleksi memasuki tahap verifikasi dan validasi berkas sebelum hasil akhir diumumkan.

"Kami masuk tahap verifikasi administrasi sampai 8 Juli, dan pengumuman hasil seleksi akan dilakukan 9 Juli 2026,” terang dikonfirmasi kemarin  (5/7/2026).

Setelah pengumuman akan dilakukan daftar ulang bagi siswa yang diterima akan dibuka tanggal 10 Juli 2026 Pukul 08.00 dan ditutup tanggal 12 Juli 2026 Pukul 15.00. 

Dari tercatat 16.559 pendaftar, paling banyak tingkat SMA sebanyak 11.475 peserta, sementara SMK mencatat 5.084 pendaftar.***

 

Editor : M.Ridwan
#seleksi penerimaan murid baru #pendidikan #SPMB SMA SMK #dprd bali